falahluqmanulhakiem

Mencoba berbagi, agar senantiasa berarti

MENGENAL “16 FAKTOR PEMICU PERSELINGKUHAN”.

Setelah mengetahui apakah itu selingkuh beserta kategorinya, marilah kita melihat hal-hal apa sajakah yang menjadi pemicu terjadinya perselingkuhan? Ada beberapa hal yang menjadi penyebab dan alasan bagi seseorang untuk melakukan tindakan perselingkuhan, diantaranya adalah sebagai berikut :

1. FAKTOR KEJENUHAN / BOSAN

Sudah menjadi sifat dari manusia untuk mudah mengalami kejenuhan dan kebosanan. Apalagi bila melakukan atau mengalami sesuatu yang sama dalam waktu yang lama, maka akan mncul perasaan jenuh dan bosan. Demikian juga dengan hubungan percintaan. Pada saat-saat tertentu pasti akan muncul adanya rasa jenuh dan bosan dengan pasangannya. Bila tidak segera dicarikan solusinya, maka akan terjadi tindakan perselingkuhan.

2. FAKTOR SIKAP YANG OTORITER

Setiap orang tentu ingin dirinya merasa dihargai, baik itu sebagai laki-laki maupun perempuan. Oleh karena itu, apabila dalam hubungan percintaan salah satu pihak cenderung ingin menguasai dan maunya menang sendiri, maka akan mengakibatkan terjadinya perselingkuhan karena merasa dirinya tidak lagi dihargai dan didengar, sehingga seseorang akan merasa tertekan dan mencari pelarian pada orang lain.

Terutama bagi seorang laki-laki, yang secara naluriah dibentuk untuk menjadi seorang pemimpin dalam sebuah keluarga. Hati nuraninya akan cenderung berontak bila mendapatkan pasangan / istri yang dominan / otoriter dan selalu ingin menguasai pasangannya.

3. FAKTOR SIFAT POSSESIVE

Memberikan perlindungan dan perhatian terhadap pasangan anda adalah baik. Namun, adakalanya tindakan tersebut dilakukan secara berlebihan. Seseorang cenderung bersikap possesive dan over protektif. Semuanya serba diatur dan apa yang dilakukannya harus dilaporkan. Banyak larangan-larangan yang akhirnya membuat tidak nyaman.

Kondisi ini meyebabkan seseorang merasa terganggu. Karena terganggu, maka pasangan anda akan mencari orang lain sebagai pengganti anda, sehingga terjadilah tindakan perseligkuhan. Oleh karena itu, hindarilah sikap possesive karena dapat menyebabkan pasangan anda berselingkuh.

4. FAKTOR “TIDAK KESESUAIAN KRITERIA”.

Sikap idealis biasanya dimiliki oleh setiap orang. Yang membedakan dari setiap orang adalah kwalitas dari idealisme tersebut. Ada yang idealismenya tinggi dan cenderung perfeksionis, namun ada pula yang wajar-wajar saja seperti kebanyakan orang pada umumnya.

Idealisme seseorang biasanya berubah seiring dengan bertambahnya usia seseorang. Idealisme pada usia 17 tahun biasanya akan berubah ketika seseorang menginjak usia 30 tahun, 40 tahun, dan seterusnya. Misalnya, pada usia 17 tahun, anda menginginkan seorang caon suami / istri yang cantik / ganteng, kaya, baik hati, seagama, tinggi, langsing, sexy, mandiri, berpendidikan tinggi, dan sebagainya.

Berbagai macam kriteria yang anda berikan dalam menggapai idealisme. Akan tetapi, idealisme tersebut biasanya akan berubah seiring dengan bertambahnya usia seseorang. Menginjak usia 30 anda cenderung akan mengurangi kriteria untuk calon pasngan anda, terutama bagi mereka yang mendekati usia 40 tahun dan belum mendapatkan pasangan hidup untuk menikah. Mereka menjadi lebih toleran dalam menentukan kriteria caon pasangannya.

Sikap toleran ini yang dapat menimbulkan masalah pada saat anda sudah membina rumah tangga, sehingga dapat memicu terjadinya tindakan perselingkuhan. Contohnya, body sudah tidak sexy lagi, pendidikan dan karir yang tidak seimbang sehingga menimbulkan perbedaan prinsip, penampilan yang buruk, dan sebagainya.

5. FAKTOR “ADANYA KEBIASAAN / TINDAKAN YANG MENGANGGU”.

Masa pacaran adalah masa penyesuaian sebelum menuju ke pelaminan sebagai sepasang suali-istri. Ada beberapa pasangan yang menjalani masa pacarannya selama bertahun-tahun baru menikah. Namun, ada pula beberapa pasangan yang berpacaran hanya dalam hitungan bulan, kemudian baru menikah.

Selama berpacaran, kedua belah pihak saling menjajaki sifat dari pasangannya. Ini yang dinamakan dengan masa penjajakan atau penyesuaian, sehingga dalam masa pacaran ini mereka akan menentukan apakah pasangannya layak untuk menjadi suami / istri. Akan tetapi, sering terjadi bahwa ada kebiasaan dari suami / istri yang tidak terlihat pada waktu masa pacaran dan baru ketahuan setelah hidup berdua sebagai sepasang suami / istri.

Kebiasaan ini dirasakan sangat mengganggu kenyamanan, sehingga akhirnya timbul niat untk berselingkuh bahkan bercerai. Contohnya, mengorok pada saat tidur, tidur hingga larut malam dan bangun pada siang hari, minum minuman yang beralkohol, merokok, clubbing, dan sebagainya.

6. FAKTOR “SEKS”.

Seks adalah kebutuhan bagi setiap pasangan suami / istri yang secara naluriah harus dipenuhi. Namun, seks juga dapat menimbulkan masalah yang menjadi pemicu terjadinya tindakan perselingkuhan.

Ada 3 permasalahan yang muncul dalam perseingkuhan yang diakibatkan karena seks :

a. FAKTOR “KEPERAWANAN”

Di jaman moderen ini, keperawanan sudah bukan merupakan sesuatu yang berharga lagi. Dengan teknologi yang semakin canggih, seseorang dapat menonton adegan hubungan seksual antara pria dan wanita, baik melalui sarana DVD, handphone, internet, dan lain-lain. Setelah menyaksikan adegan tersebut, biasanya timbul keinginan untuk meniru dan mencoba untuk mempraktekkan adegan ersebut. Akibatnya, banyak pasangann usia muda yang sudah berani melakukan hubungan seksual diluar pernikahan.

Bagi sebagian Negara di Asia seperti Indonesia yang sangat mengutamakan keperawanan, maka bila diketahui pasangannya sudah tidak perawan saat pertama kali melakukan hubungan seksual di malam pertama hari pernikahannya, dapat menimbulkan permasalahan dan memicu terjadinya tindakan perselingkuhan. Ini terjadi karena adanya rasa kecewa yang mendalam mendapatkan istri yang sudah tidak perawan.

Keperawanan juga dapat dijadikan alasan untuk berselingkuh. Ketika usia pernikahan sudah cukup lama dan mulai mncul masalah, keperawanan dapat dijadikan sebagai alasan untuk berselingkuh. Sebagian orang, terutama dari pihak wanita, merasakan ketidak adilan karena hanya pihak wanita saja yang dituntut keperawanannya, sedangkan fakta membuktikan bahwa banyak pria yang sudah tidak perjaka dan tidak dapat dibuktikan mengenai keperjakaannya.

b. FAKTOR “KELAIANAN SEKSUAL”

Ada baiknya bila sebelum menikah memeriksa dengan baik kondisi fisik dan mental pasangannya. Seringkali terjadi kasus perselingkuhan yang disebabkan karena pasangannya mempunyai kelainan / masalah seksual. Contohnya, mandul, impoten, lesbian, homoseksual, hiperseks, frigid, dan sebagainya. Bila ini terjadi, maka kemungkinan besar akan terjadi tindakan perselingkuhan.

c. FAKTOR “KEJENUHAN”

Hubungan seksual memang merupakan sebuah kebutuhan bagi setiap manusia, baik pria maupun wanita. Akan tetapi, jangan lupa untuk berhati-hati dalam mengelola aktifitas seksual dengan pasangan anda. Karena, bila aktifitas seksual dilakukan secara monoton tanpa adanya sebuah variasi, maka akan muncul rasa jenuh dan bosan.

Bila ini terjadi, maka sebaiknya anda waspada dan berusaha ntuk mencari jalan keluarnya. Bila didiamkan, kenungkinan besar pasangan anda akan melakukan tindakan perselingkuhan.

7. FAKTOR “TERPENGARUH OLEH LINGKUNGAN”

Ada sebuah pepatah yang mengatakan bahwa “Air akan menjadi panas bila ditaruh diatas api, dan akan menjadi dingin bila ditempatkan didalam es” Pepatah ini mempunyai makna bahwa dalam kehidupan sehari-hari lingkungan mempunyai pengaruh yang sangat besar dalam membentuk karakter anda.

Seorang anak kecil bila dibesarkan dalam keluarga yang harmonis dan penuh dengan kasih sayang, maka ia akan tumbuh sebagai pribadi yang welas asih dan mempunyai kepribadian yang baik. Demikian juga sebaliknya, bila seorang anak kecil dibesarkan dalam sebuah rumah tangga yang tidak harmonis, penuh dengan konflik, maka dia akan tumbuh sebagai pribadi yang nakal.

Lingkungan pergaulan sehari-hari juga dapat mempengaruhi seseorang. Bila anda bergaul dengan orang-orang yang pernah atau sedang berselingkuh, maka besar kemungkinan anda akan memilih jalan untuk berselingkuh bila anda sedang bermasalah dengan pasangan anda.

Seorang anak yang dibearkan dalam sebuah rumah tangga dimana kedua orang-tuanya malakukan tindakan perselingkuhan, maka anak tersebut cenderung akan meniru tindakan yang dlakukan oleh kedua orang-tuanya. Oleh karena itu, berusahalah untuk berada dalam lingkungan yang baik dan tepat agar anda tidak terlibat dalam tindakan perselingkuhan.

8. FAKTOR “CINTA LAMA BERSEMI KEMBALI”

“Cinta pertama tidak akan pernah terlupakan”. Itulah kata-kata yang tepat bagi sebuah hubungan percintaan. Dikarenakan belum pernah jatuh cinta, maka begitu hatinya merasakan getar-getar asmara didalam hati, perasaan tersebut akan bergelora dengan dahsyat laksana gunung berapi yang akan meletus. Ini bisa terjadi karena cinta pertama merupakan sebuah pengalaman pertama dalam melakukan hubungan asmara sehingga akan meninggalkan sebuah kesan yang sangat mendalam didalam hati dan tidak akan pernah terlupakan.

Bila seseorang sedang bermasalah dengan pasangannya, kemudian bertemu kembali dengan mantan kekasihnya, maka getar-getar asmara yang dulu tersimpan dalam hati akan muncul kembali. Pertemuan tersebut akan memunclkan kembali nostalgia lama. Awanya hanya sekedar pertemuan biasa, kemudian berlanjut menjadi petemuan kedua dan seterusnya, sampai akhirnya cinta lama besemi kembali dan terjadilah tindakan perselingkuhan.

9. FAKTOR “KEUANGAN”

Tidak ada seorang manusiapun yang dapat hidup tanpa uang, kecuali orang gila. Dengan uang, anda dapat memenuhi kebutuhan hidup anda. Akan tetapi, perlu anda ketahui bahwa uang bukanlah segala-galanya. Ada yang bisa dibeli dengan uang, namun ada juga yang tidak bisa dibeli dengan uang.

Pernyataan berikut dapat anda jadikan sebagai acuan : ”Apa yang dapat dibeli oleh uang? Uang dapat membeli tempat tidur mewah, tapi bukan tidur nyenyak, buku-buku tapi bukan pengetahuan, makanan mahal dan mewah tapi bukan nafsu makan, alat kosmetik tapi bukan kecantikan, rumah mewah tapi bukan kehangatan dalam rumah tangga, obat-obatan tapi bukan kesehatan, kemewahan tapi bukan kebudayaan, kemana saja bisa didatangi tapi bukan ke surga”.

Lalu, mengapa uang bisa menjadi penyebab terjadinya perselingkuhan? Ada 2 hal yang menjadi penyebab terjadinya perselingkuhan karena faktor keuangan :

a. TERLALU BERLEBIHAN

Memiliki uang yang berlebihan bila tidak disertai dengan moralitas yang baik juga bisa menjadi pemicu terjadinya perselingkuhan. Bila seseorang memiliki uang yang lebih dari cukup, semuanya yang dia mau dapat dibeli dan dimiliki, maka salah satu godaan yang paling berat adalah berselingkuh.

Apalagi kalau pasangan hidupnya tidak dapat memberikan yang terbaik, besar kemungkinan akan terjadi tindakan perselingkuhan karena merasa bahwa dengan uang semuanya bisa didapatkan dan dibeli, termasuk pasangan berselingkuh. Pelaku selingkuh berusaha untuk membeli “cinta” dengan jalan memberikan fasilitas kemewahan kepada pasangan selingkuhnya. Bisa berupa uang maupun barang, dengan harapan pasangan selingkuhnya dapat memberikan cinta dan perhatian kepadanya. Ini biasanya terjadi pada para pengusaha yang kaya raya. Apalagi kalau kondisi pasangannya sudah tidak menarik lagi.

b. KEKURANGAN

Seperti telah dijelaskan diatas, tidak ada seorang manusiapun yang dapat hidup tanpa uang. Oleh karena itu, bila seseorang dihadapkan pada kesulitan keuangan, maka dia akan berusaha mencari cara agar dapat memenuhi kebutuhan keuangannya. Apalagi kalau sudah berumah tangga, dimana banyak sekali kebutuhan rumah tangga yang harus dipenuhi, sementara uang tidak mencukupi.

Ada yang dengan sengaja menjual pasanganya kepada orang lain untuk dijadikan sebagai pasangan selingkuh demi untuk mendapatkan uang. Ada juga yang secara diam-diam melakukan perselingkuhan dengan orang lain demi untuk mendapatkan uang. Oleh karena itu, berhati-hatilah dalam mengelola keuangan anda, agar anda tidak terjebak dalam tindakan perselingkuhan.

10. FAKTOR “PENDIDIKAN”

Sejak seseorang dilahirkan, diperlukan adanya pendidikan agar tidak menjadi bodoh. Seorang bayi akan belajar untuk berjalan dan berbicara. Setelah beranjak dewasa, seseorang harus belajar melalui pendidikan disekolah. Tidak ada kata cukup untuk belajar. Oleh karena itu, pendidikan menjadi sesuatu yang penting.

Demikian juga dalam memilih pasangan hidup, harus diperhatikan juga tingkat pendidikannya. Kadang, perbedaan tingkat pendidikan dapat menjadi pemicu terjadinya perselingkuhan. Hal ini dikarenakan adanya pergaulan yang berbeda, sehingga lingkungannyapun akan menjadi berbeda. Contohnya, seorang politikus biasanya akan memilih pasangan hidup dan menikah dengan seseorang yang tingkat pendidikannya tidak berbeda jauh, sehingga dapat diajak untuk bertukar pikiran tentang politik. Hal ini akan menjadi masalah bila pasangannya mempunyai tingkat pendidikan yang jauh lebih rendah, sehingga komunikasi yang terjadi tidak baik.

Karena tidak mendapatkan tempat untuk bertukar pikiran dan berkomunikasi, maka seseorang cenderung akan mencari orang lain yang dapat diajak bertukar pikiran dan dapat berkomunikasi dengan baik. Dengan demikian, maka terjadilah tindakan perselingkuhan.

11. FAKTOR “AGAMA”

Agama adalah sebuah ajaran yang menuntun seseorang untuk menjalani kehidupan dengan baik dan benar agar dapat menjadi orang yang baik. Ini sesuai dengan makna yang terkandung dari kata Agama sendiri, yaitu “A” = tidak “GAMA” = kacau. Jadi agama bertujuan untuk mencegah timbulnya kekacauan. Namun, perlu anda ketahui bahwa masing-masing agama mempunyai ajaran yang berbeda.

Perbedaan agama dapat menimbulkan perbedaan prinsip. Oleh karena itu, hubungan percintaan terutama dalam sebuah rumah tangga, dengan kondisi agama yang berbeda dapat menjadi pemicu munculnya tindakan perselingkuhan karena adanya perbedaan prinsip. Memang, tidak semua pasangan yang berbeda agama pasti melakukan tindakan perselingkuhan. Ini tergantung dari cara menyikapi perbedaan agama tersebut. Sepanjang agama tidak dijadikan sebagai masalah yang mengganggu, maka tidak akan muncul adanya masalah perselingkuhan.

Yang diperlukan disini adalah sikap saling menghargai dan toleran terhadap perbedaan agama tersebut. Tindakan perselingkuhan baru terjadi ketika seseorang merasakan adanya ketidak cocokan dalam memandang kehidupan berdasarkan agamanya. Bagi yang sudah berumah tangga, anak menjadi masalah dalam menentukan agama mereka. Perbedaan agama dapat memunculkan adanya konflik.

Masing-masing akan berusaha agar anaknya mengikuti agama yang dianutnya. Karena sering terjadi konfik dalam rumah tangga, maka seseorang cenderung untuk mencari orang lain yang sama agamanya untuk diajak bertukar pikiran. Karena merasa lebih nyaman dan sama dalam prinsip, maka lama kelamaan akan terjadilah tindakan perselingkuhan.

Oleh karena itu, bagi anda yang berbeda agama dengan pasangan anda, sebaiknya pertimbangkan dan bicarakanlah secara baik dengan pasangan anda mengenai perbedaan agama tersebut sebelum muncul adanya konflik dan terjadi tindakan perselingkuhaan baik oleh anda maupun pasangan anda.

12. FAKTOR “KURANGNYA KOMUNIKASI / MISKOMUNIKASI”

Manusia adalah makhluk sosial yang sangat perlu untuk bersosialisasi dengan sesamanya. Untuk dapat bersosialisasi diperlukan kemampuan berkomunikasi yang baik. Komunikasi yang tidak baik akan menimbulkan masalah dalam bersosialisasi dengan lingkungan pergaulannya. Demikian juga dalam hubungan percintaan khususnya bagi pasangan yang sudah berumah tangga. Komunikasi merupakan sarana dalam menyampaikan pendapat, perasaan, keluh kesah, bercerita, dan sebagainya. Dengan komunikasi anda dapat berbagi masalah dengan orang lain.

Seseorang yang tidak menemukan kecocokan dalam berkomunikasi akan cenderung mencari orang lain yang dapat memenuhi kebutuhannya tersebut. Hal inilah yang dapat menyebabkan terjadinya tindakan perselingkuhan. Bila anda mengalami masalah dalam berkomuniksasi dengan pasangan anda, maka sebaiknya anda intropeksi diri, dimanakah letak permasalahannya. Karena bila tidak, maka bersiap-siaplah untuk menerima kenyataan bahwa pasangan anda berselingkuh.

13. FAKTOR “PEKERJAAN”

Bekerja merupakan sebuah kebutuhan dan aktifitas sehari-hari semua orang. Akan tetapi, sebaiknya anda waspada. Sebuah survey menunjukkan bahwa sebagian besar hubungan perselingkuhan diawali, terjadi, dan dilakukan di tempat bekerja, baik yang bekerja di luar kota maupun di kota yang sama dengan pasangannya.

Ini terjadi karena besarnya intensitas pertemuan dengan orang lain labih besar bila dibandingkan intensitas pertemuan dengan pasangannya. Besarnya tanggung jawab dan tuntutan pekerjaan membuatnya harus pulang larut malam. Sebagian besar waktunya banyak dihabiskan untuk bekerja dikantor.

Dengan demikian, waktu untuk bertemu dengan pasangannya sangat sedikit. Intensitas pertemuan dengan orang lain yang sering terjadi inilah yang makin lama menimbulkan benih-benih cinta diantara mereka. Dari awalnya yang hanya sekedar membicarakan masalah pekerjaan, basa-basi, makan siang bersama, sampai akhirnya mengatur waktu untuk kencan berdua. Dari sinilah awal mula munculnya tindakan perselingkuhan.

14. FAKTOR “KETURUNAN / ANAK

Semua orang yang berumah tangga pasti menginginkan adanya kehadiran anak. Ini karena anak dapat menjadi generasi penerus keluarga. Disamping itu, anak juga dapat menjadi penghibur, karena dengan adanya kehadiran anak, maka suasana di dalam rumah menjadi lebih ramai dan tidak lagi sepi.

Ada juga sebagian orang yang beranggapan bahwa anak diharapkan akan menjadi tempat bernaung dan menjaga, merawat, serta memenuhi kebutuhan hidup mereka bila mereka sudah lanjut usia dan tidak dapat lagi bekerja dan mencari nafkah. Oleh karena itu, kehadiran seorang anak sangatlah penting dalam sebuah rumah tangga. Lalu, bagaimana dengan para pria / wanita yang mandul?

Tentunya anda sangat berharap untuk bisa melahirkan seorang anak. Bila sesudah menikah selama beberapa tahun dan belum juga dikaruniai anak, maka segala usaha dilakukan baik secara medis maupun non medis. Apa yang akan terjadi bila setelah menikah dan berusaha sedemikian rupa, namun ternyata masih belum dikaruniai seorang anakpun juga?

Sebagian orang memilih untuk berselingkuh dengan harapan bisa mendapatkan anak dari orang lain, karena demikian besarnya keinginan untuk mendapatkan anak. Memang ada sebagian pasangan yang lebih memilih mengadopsi anak sebagai jalan keluar. Namun, dibeberapa negara Asia yang menganggap anak kandung khususnya anak laki-laki adalah sangat penting karena dianggap sebagai generasi penerus. Terutama dari wilayah tertentu yang masih mengutamakan marga sebagai sesuatu yang penting.

Oleh karena itu, jika sebuah keluarga belum juga dikaruniai seorang anak, terutama anak laki-lak, maka sebagian orang memilih untuk berselingkuh dengan orang lain demi untuk mendapatkan seorang anak. Oleh karena itu, berhati-hatilah, karena masalah anak dapat menjadi penyebab terjadinya tindakan perselingkuhan.

Bagi anda yang menganggap kehadiran anak kandung terutama anak laki-laki adalah sangat penting, sebaiknya periksakan kondisi kesehatan anda dan pasangan anda, siapa tahu anda atau pasangan anda mandul? Bicarakanlah mengenai anak dengan pasangan anda sebelum anda menikah untuk menghindari terjadinya tindakan perselingkuhan oleh pasangan anda maupun oleh anda sendiri.

15. FAKTOR “ADANYA TINDAK KEKERASAN”

Salah satu penyebab terbesar dari terjadinya tindakan perselingkuhan adalah adanya tindakan kekerasan yang dilakukan oleh pasangannya. Tindakan kekerasan dipicu oleh berbagai macam sebab, seperti kesulitan keuangan, masalah dikantor / pekerjaan, dan sebagainya.

Tindak kekerasan tidak hanya dilakukan oleh pria terhadap wanita, namun ada juga tindakan kekerasan yang dilakukan oleh wanita terhadap pria. Bila ini terjadi, maka besar kemungkinan akan terjadi tindakan perselingkuhan karena merasa menderita dengan tindakan kekerasan yang dilakkan oleh pasangannya.

16. FAKTOR “CINTA LOKASI”

Dimanapun anda berada dan apapun aktifitas yang anda lakukan, anda biasanya akan menemukan hadirnya orang lain disekeliling anda. Entah itu di kantor, tempat makan, tempat olah raga, tempat rekeasi, mall, maupun tempat lainnya diluar rumah, anda pasti akan menjumpai hadirnya orang lain disekeliling anda.

Dari tempat inilah, tindakan perselingkuhan bisa terjadi. Diawali dengan perkenalan, kemudian berlanjut dengan pendekatan sampai akhirnya timbul benih-benih cinta dan berlanjut dengan mengadakan janji untuk berkencan, sehingga terjadilah tindakan perselingkuhan.

Banyak orang yang mengawali tindakan perselingkuhannya ditempat-tempat umum diluar rumah. Pasangan selingkuh lebih mudah didapatkan ditempat-tempat umum yang jauh dari rumah. Di tempat seperti ini banyak pria / wanita yang bisa dijadikan target sebagai pasangan selingkuh.

Dari berbagai sumber

About these ads

January 12, 2009 - Posted by | ARTIKEL PSIKOLOGI, INFO KELUARGA, INFO REMAJA DAN PERCINTAAN | , ,

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 34 other followers

%d bloggers like this: