falahluqmanulhakiem

Mencoba berbagi, agar senantiasa berarti

MENGENAL “SEPUTAR MATA DAN PENYAKITNYA”.

Mata merupakan organ penglihatan manusia. Melalui organ yang sangat kompleks inilah, anda mampu membedakan cahaya dan melihat berbagai benda dan warna, sehingga bisa mengartikan semua data dari dunia fisik menjadi aneka dimensi dan bentuk.

Penglihatan adalah indera yang paling penting diantara kelima indera lainnya. Kemampuan melihat penting untuk melengkapi segala bentuk aktifitas sehari-hari. Tanpa indera yang satu ini, anda mungkin tidak dapat melihat keindahan dunia secara utuh.

Normalnya, penglihatan tergantung pada bagian-bagian kecil dan rumit yang menyusun mata. Walaupun setiap bagian mata cukup kecil dan rumit, yang sangat penting bagi kelangsungan penglihatan yang normal, tetapi fungsi-fungsinya yang saling mempengaruhi satu dengan yang lainnya, juga sama pentingnya.

Proses penglihatan dimulai saat cahaya memasuki bola mata lewat kornea, lalu menuju ‘pintu’ bulat pada iris, yang dikenal sebagai pupil dan kelensa mata. Cahaya tersebut akan difokuskan oleh kornea dan lensa menjadi sebuah titik di belakang lensa dan diproyeksikan terbalik didalam retina, kemudian diubah menjadi impuls-impuls listrik. Impuls-impuls ini akan menuju kesaraf otak dan otak, yaitu tempat impuls listrik diubah menjadi bayangan visual. Akibat rumitnya proses cahaya tersebut, kadang seseorang berpikir bahwa ia mampu ‘melihat dengan otak’ bukan dengan mata.

Para ahli setuju bahwa seseorang perlu memeriksakan mata minimal setahun sekali. Metode-metode pemeriksaan yang dilakukan dokter cukup bervariasi, tergantung pada kondisi mata yang mungkin dimiliki orang yang memeriksakan matanya. Tetapi, ada beberapa teknik pemeriksaan dasar, yang tercakup dalam pemeriksaan mata yang konprehensif.

Tes ketajaman penglihatan.

Tes ini adalah tes yang paling sederhana dan penting sebagai dasar pemeriksaan mata. Biasanya dilakukan dalam ruang praktek dokter dengan menggunakan papan Snellen. Seseorang yang memeriksakan matanya akan diminta membaca papan tersebut dengan jarak 5 meter. Penglihatan dinyatakan normal (5/5) bila mampu membaca semua huruf dengan jelas pada jaraj tersebut.

Tes penutup mata.

Tes ini dilakukan untuk mengetahui kerja kedua mata secara bersamaan. Mata akan ditutup secara bergantian saat menatap benda diam. Lalu dokter akan mencatat berapa gerak mata yang tidak tertutup saat fokus ke benda tersebut. Tes ini membantu mendiagnosa gangguan penglihatan binokuler.

Refraksi.

Pemeriksaan ini berguna untuk mengetahui kelainan mata tertentu, apakah seseorang mengalami rabun jauh, rabun dekat, presbiop, atau astigmatisma. Pemeriksaan ini menggunakan alat yang diberi nama phoraptor yaitu alat yang terdapat banyak lensa sebagai alat penguji.

Slit lamp.

Disebut juga dengan biomikroskop, yang bisa membantu dokter untuk melihat struktur mata seseorang, sehingga dokter dapat memeriksa struktur tersebut secara detail. Pemeriksaan ini juga dapat mendeteksi berbagai kondisi mata yang abnormal, seperti degenerasi makula, retinopati diabetik, ulkus pada retina, dan katarak. Pemeriksaan ini tidak mengakibatkan rasa sakit dan biasanya dilakukan diruang praktek dokter.

Tekanan bola mata (Tanometer).

Tes ini didisain untuk mengukur tekanan pada bola mata (tekanan intraokuler) dan memiliki sedikit variasi, tetapi semuanya tanpa rasa sakit. Tekanan intraokuler yang sanagat tinggi atau abnormal mungkin menandakan adanya glakukoma.

Penglihatan dapat dipengaruhi oleh berbagai hal, dari proses yang tidak dapat dihindari, infeksi akibat virus/bakteri dan gangguan metabolisme, seperti diabetes. Oleh karena itu, pengobatannya pun sangat bervariasi dan bergantung pada faktor-faktor penyebabnya.

Aneka kelainan pada mata.

Kesalahan refraktif, terdiri dari dua macam yaitu

  • Miopia

Atau yang biasa dikenal sebagai rabun dekat. Miopia adalah kondisi seseorang yang bila melihat benda-benda berjarak dekat tampak jelas dan benda-benda yang jauh akan tampak buram. Bayangan benda yang diproyeksikan melalui lensa, jatuh pada titik didepan retina.

  • Hiperopia

Atau yang biasa dikenal sebagai rabun jauh. Hiperopia adalah kondisi seseorang yang melihat benda-benda berkarak jauh sangat jelas, tetapi sulit untuk meihat benda-benda yang jaraknya dekat. Pada hiperopia ini, bayangan akan jatuh dibelakang retina.

Katarak.

Kondisi mata yang tadinya jernih menjadi seperti berawan dan mengeras. Daya penglihatan akan semakin menurun secara bertahap dalam beberapa bulan hingga tahun. seseorang tidak merasakan sakit ketika diam-diam terbentuk katarak dimatanya, tetapi pada tahap tertentu, ia akan merasakan penglihatannya buram. Katarak bisa disebabkan oleh proses penuaan atau penyakit-penyakit, seperti diabetes.

Degenerasi Makula, atau age-related macular degeneration,

Adalah penyebab utama kebutaan pada lanjut usia. Penyakit ini menyebabkan kerusakan makula, yaitu bagian tengah retina. Akibatnya penglihatan sentral, bagian penting yang diperlukan untuk berkegiatan, seperti membaca akan hilang. Ada dua bentuk degenerasi makula, yaitu basah, ditandai dengan pembentukan pembulah darah di belakang makula; dan kering, menunjukkan kerusakan makula secara bertahap.

Biasanya penderita degenerasi makula tidak merasakan sakit dan seringkali gejala pertama adalah hilangnya penglihatan. Diagnosa ditegakkan melalui tes ketajaman penglihatan, terutama yang menggunakan aimsler grid. Penyakit ini belum ada obatnya, tetapi prosesnya bisa diperlambat dan hilangnya penglihatan yang lebih jauh bisa dicegah. Hal ini bisa dilakukan dengan mengkonsumsi antioksidan dan zinc untuk jenis kering serta dengan menggunakan laser untuk jenis basah.

Glaukoma.

Terdiri dari sekelompok gangguan pada mata yang biasa berakhir menjadi kerusakan saraf optik, yang menjadi penyebab utama kebutaan di seluruh dunia. Penyakit ini diawali saat drainase cairan dalam mata terganggu atau dproduksi berlebihan, sehingga meningkatkan tekanan intraokuler. Jika tekanan bola mata sangat meningkat, akan diikuti dengan kerusakan saraf optik. Kemudian ruang pandang akan semakin menyempit, yang mungkin akan diikuti dengan kebutaan bila kerusakan saraf optik yang ada cukup berat.

Awalnya glaukoma tidak menimbulkan gejala. tetapi perubahan bisa terjadi secara tiba-tiba, dengan gejala-gejala berulang seperti rasa nyeri/sakit pada mata, mual, muntah, atau hilangnya penglihatan. Mayoritas kasus galukoma bisa diatasi dengan obat-obatan, baik tunggal maupun yang kombinasi. Namun pada beberapa pasien, kadang diperlukan operasi trabekuloplasti atau trabekulektomi.

Sumber : http://www.perempuan.com/

About these ads

January 27, 2009 - Posted by | ARTIKEL KESEHATAN, HARUSNYA ANDA KETAHUI, TIPS DAN TRIKS | , ,

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 37 other followers

%d bloggers like this: