falahluqmanulhakiem

Mencoba berbagi, agar senantiasa berarti

WASPADAI PENYAKIT “STROKE MATA”.

Oleh karena itu, agar segera dapat ditangani, kendalikan faktor risiko penyebab serangan penyakit itu. Caranya dengan mengenali gejala awal stroke mata berupa penglihatan mendadak mengabur dan gelap.

“Stroke mata adalah sumbatan mendadak pada pembuluh darah mata, yakni pada pembuluh darah arteri dan vena retina, serta terjadi gangguan aliran darah mendadak pada lapisan dalam retina,” papar Gitalisa Andayani, dokter spesialis mata dari Departemen Mata, Fakultas Kedokteran, Universitas Indonesia (FKUI), Sabtu (11/11) di Jakarta.

Perlu penanganan cepat

Sumbatan arteri retina, lanjut Gita, terdiri atas arteri (pembuluh nadi) pusat (CRAO) dan arteri cabang (BRAO). Pada sumbatan arteri retina pusat, lapisan dalam retina bengkak dan pucat, penglihatan buram atau gelap mendadak. Sumbatan arteri retina cabang ditandai daerah gelap (skotoma), terkena satu mata dan tidak terasa sakit.

Di Amerika Serikat, frekuensi CRAO adalah satu pasien per 10.000 kunjungan pasien, sedangkan frekuensi BRAO 28 persen dari sumbatan arteri retina. Usia penderita mulai dari 40 tahun ke atas. “Sumbatan arteri retina termasuk kasus gawat darurat yang perlu penanganan cepat, yakni dalam 100 menit sejak terjadi sumbatan mendadak agar saraf mata tidak rusak,” tuturnya.

“Pada sumbatan arteri retina pusat, penglihatan akhir umumnya buruk. Hanya 21-35 persen penderita yang memiliki penglihatan berguna. Sementara penderita sumbatan arteri retina cabang dapat membaik,” kata Gita.

Sumbatan arteri retina ini berisiko terkena penyakit kardiovaskular, harapan hidup lebih rendah dibandingkan dengan pasien tanpa sumbatan arteri dan bisa berakibat kematian. Adapun sumbatan vena (pembuluh balik) retina bisa mengenai pusat (CRVO) dan pembuluh balik cabang (BRVO). Ini merupakan penyakit pembuluh darah terbanyak nomor dua.

Penderita sumbatan vena retina mengalami penglihatan kabur mendadak bila mengenai makula. “Sumbatan vena retina biasanya tidak mematikan, bahkan pada tipe ringan bisa membaik,” tutur Gita.

Faktor risiko

Menurut Ari Djatikusumo , juga dokter spesialis mata, ada beberapa faktor penyebab stroke mata. Di antaranya karena terkena tekanan darah tinggi, kencing manis (diabetes melitus), kadar kolesterol tinggi, penyakit katup jantung, kelainan darah (gangguan pembekuan), dan penyakit kolagen. Faktor risiko lain adalah merokok, obesitas, dan kurang berolahraga.

Oleh karena itu, faktor risiko harus dikendalikan dengan menerapkan gaya hidup sehat, yakni diet sesuai dengan yang ditentukan dan berolahraga. Pemeriksaan kesehatan dan mata sebaiknya dilakukan teratur, terutama bila berusia di atas 40 tahun.

Elvioza dari Divisi Vitreoretina Departemen Mata FKUI, menambahkan, penanganan stroke mata bertujuan membatasi perluasan kerusakan pada retina dan penurunan tajam penglihatan secara permanen hingga mengakibatkan kebutaan. Penanganan medis juga mencegah komplikasi, seperti terjadi glaukoma neovaskular dan sumbatan pada organ lain. (EVY)

http://www.kompas.com

January 3, 2009 - Posted by | ARTIKEL KESEHATAN, HARUSNYA ANDA KETAHUI, ILMU PENGETAHUAN UMUM | , ,

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: