falahluqmanulhakiem

Mencoba berbagi, agar senantiasa berarti

MENGENAL “KATEGORI DALAM PERSELINGKUHAN”.

Apa Sajakah Kategori Selingkuh.? Anda telah mengetahui fenomena seputar perselingkuhan ? Kemudian, apakah semua perselingkuhan itu sama bila dilihat dari cara dan motivasinya ? Ternyata tidak. Selingkuh dapat kita bedakan dalam beberapa kategori, diantaranya adalah sebagai berikut :

1. Berdasarkan cara / kondisinya :

Selingkuh Melalui Ikatan Emosional / Batin, Tanpa Melakukan Hubungan Badan / Seksual

Perselingkuhan ini dilakukan hanya sebatas pada hubunagan secara emosional / batin saja, tidak terjadi adanya kontak fisik atau hubungan seksual. Perselingkuhan ini terjadi karena seseorang merasa mendapatkan pemenuhan kebutuhan secara emosional, dapat mengurangi beban pikiran dan stress yang dialaminya. Adapun beberapa media yang biasanya digunakan sebagai sarana dalam melakukan perselingkuhan adalah sebagai berikut :

Telepon / Handphone / Internet

Sedangkan beberapa tempat yang seringkali digunakan sebagai sarana dalam melakukan perselingkuhan adalah sebagai berikut :

1. Tempat Umum ( Bar,Night Club,Restaurant,Fitness Center,Kafe,dll )
2. Tempat Pertemuan ( Organisasi, Klub, Seminar, Gathering, dll )
3. Tempat Bekerja ( Kantor )

Selingkuh Melalui Hubungan Badan / Seksual

Perselingkuhan yang dilakukan hingga terjadi adanya kontak fisik atau hubungan badan / seksual. Perselingkuhan ini dapat dibagi kedalam 2 kategori, diantaranya sebagai berikut :

Terikat Secara Emosional / Batin

Perselingkuhan ini diawali dengan adanya hubungan / ikatan batin yang kuat dengan pasangan selingkuhnya, sehingga berlanjut sampai ketahap hubungan fisik / seksual. Disamping terjadi hubungan badan / seksual, muncul adanya rasa cinta dan sayang diantara kedua belah pihak.

Tidak Ada Ikatan Emosional / Batin

Perselingkuhan yang dilakukan atas dasar suka sama suka secara seksual atau yang dilakukan hanya sekedar pemenuhan nafsu biologis semata, tanpa diikuti dengan keterikatan secara emosional / batin.

2. BERDASARKAN MOTIVASINYA.

Selingkuh Sebagai Balas Dendam

Sudah menjadi sifat bawaan bagi manusia untuk melakukan balas dendam bila mengalami tindakan yang tidak menyenangkan dari orang lain. Demikian juga bila seseorang menjadi korban dari tindakan perselingkuhan yang dilakukan oleh pasangannya, maka dia akan cenderung melakukan tindakan balas dendam dengan cara melakukan hal yang sama, yaitu berselingkuh.

Selingkuh Sebagai Penghilang Rasa Penat / Jenuh

Rutinitas yang dilakukan seseorang dalam kehidupan sehari-hari dapat membuat seseorang menjadi jenuh. Kejenuhan dapat muncul karena pekerjaan, juga karena aktifitas dirumah dengan pasangannya, termasuk dalam hubungan seksual.

Oleh karena itu, salah satu cara untuk menghilangkan kejenuhan dan rasa penat yaitu dengan membina hubungan dekat dengan orang lain yang bukan pasangannya alias berselingkuh.

Tindakan berselingkuh ini diyakini efektif dalam menghilangkan rasa jenuh dan penat. Dengan berselingkuh akan muncul energi baru yang dapat membuat seseorang menjadi lebih bersemangat dan bergairah hidupnya.

Selingkuh Sebagai Sarana Mendapatkan Kasih Sayang / Perhatian

Sudah menjadi kodrat setiap manusia untuk saling memberi dan menerima. Seseorang yang memberi seseuatu biasanya juga berharap untuk menerima.

Demikian pula dalam hal kasih sayang. Seseorang yang memberikan perhatian dan kasih sayang biasanya juga berharap untuk mendapatkan balasan yang sama. Meskipun ada yang mengatakan bahwa “ Cinta dan Kasih sayang yang tulus itu tanpa pamrih, tidak berharap untuk mendapatkan balasan “, tapi kenyataannya banyak yang merasa kecewa bila yang didapatkan justru sebaliknya.

Oleh karena itu seseorang yang tidak mendapatkan kasih sayang dan perhatian dari pasangannya berusaha untuk mendapatkan kasih sayang dan perhatian dari orang lain.

Bila sudah mendapatkan orang yang tepat, maka terjadilah tindakan perselingkuhan. Karena merasa medapatkan kedamaian dari perhatian dan kasih sayang dari orang lain, maka seseorang cenderung akan melakukan tindakan perselingkuhan.

Kedamaian batin adalah salah satu yang dicari oleh semua orang, sehingga bila tidak didapatkan maka dapat menjadi faktor pemicu terjadinya tindakan perselingkuhan.

3. SELINGKUH SEBAGAI SARANA PEMUAS NAFSU SEKSUAL.

Ada beberapa orang yang pasangannya menderita kelemahan seksual, seperti impotensi, frigiditas, dan lain-lain, sehingga tidak dapat memberikan kepuasan seksual.

Ada yang pasangannya seorang hiperseks, sehingga tidak sanggup memenuhi hasrat seksualnya yang begitu tinggi. Namun, ada juga yang pasangannya menderita kelainan seksual, seperti sadisme dan sebagainya, sehingga pasangannya enggan untuk diajak berhubungan seksual.

Fantasi seksual juga kadang menjadi masalah ketika pasangannya menolak untuk mengikuti apa yang diinginkan sesuai fantasinya. Sebagian besar berusaha untuk mendapatkan kepuasan seksualnya dengan cara mencari orang yang dapat memenuhi keinginan mereka dan memberikan kepuasan seksual.

Kepuasan ini bisa didapatkan dengan cara berselingkuh. Tentunya orang yang dijadikan sebagai pasangan selingkuh adalah yang dapat memberikan kepuasan seksual. Tindakan selingkuh ini banyak dilakukan oleh pasangan yang sudah lama berumah tangga. Kaum pria berselingkuh karena istrinya sudah tidak seksi.

Karena menginginkan wanita muda yang lebih seksi, maka mereka berselingkuh. Demikian juga dengan kaum wanita, melakukan tindakan selingkuh dengan alasan yang sama. Seorang hiperseks sebagian besar berselingkuh demi kepuasan seksualnya karena tidak merasa puas hanya dengan satu pasangan saja. Demikian juga dengan seseorang yang memiliki kelainan seksual, akan mencari pasangan selingkuh demi memuaskan kebutuhan seksualnya.

4. SELINGKUH HANYA UNTUK SEKEDAR COBA-COBA.

Selingkuh ternyata tidak hanya dilakukan dengan alasan karena adanya masalah dari pasangannya. Sebuah survey menunjukkan bahwa salah satu tujuan seseorang melakukan tindakan perselingkuhan adalah karena sekedar “ingin mencoba”. Mereka hanya ingin merasakan seperti apa rasanya membina hubungan dengan orang lain yang bukan pasangannya.

Mereka ingin merasakan seperti apa rasanya jatuh cinta lagi. Mereka ingin merasakan seperti apa rasanya jantung berdebar-debar karena rasa khawatir takut ketahuan oleh pasangannya. Mereka ingin merasakan seperti apa rasanya berhubungan seksual dengan orang lain yang bukan pasangannya.

Berbagai tujuan yang dikemukakan dalam berselingkuh. Intinya, mereka beselingkuh hanya karena sekedar ingin “mencoba merasakan” seperti apa rasanya berselingkuh. Tindakan selingkuh ini memacu adrenalin seseorang. Inilah yang ingin dirasakan oleh seseorang dalam berselingkuh.

5. SELINGKUH UNTUK MENGIKUTI TREND.

Dalam dunia selebriti, dikenal istilah “Trendsetter”, yaitu sebuah kondisi dimana tindakan, cara berpakaian, gaya bicara, model rambut, dan berbagai hal yang dilakukan oleh para selebriti dijadikan contoh untuk ditiru oleh orang lain.

Demikian juga halnya dengan selingkuh, dijadikan sebagai trend oleh sebagian orang. Banyak orang yang berselingkuh hanya karena ingin mengikuti trend yang ada. Agar tidak dikatakan ketinggalan jaman, maka seseorang melakukan tindakan perselingkuhan.

6. SELINGKUH UNTUK MENINGKATKAN GENGSI.

Kekayaan dan jabatan dapat meningkatkan gengsi seseorang. Namun, dikalangan orang-orang kaya dan pejabat tinggi, gengsi tidak hanya diukur dari jumlah kekayaan yang berlimpah dan jabatan tinggi. Ada faktor lain yang bisa dijadikan tolak ukur dalam meningkatkan gengsi, yaitu berselingkuh.

Selingkuh yang dilakukan oleh seseorang dengan jumlah kekayaan yang berlimpah dan jabatan tinggi tentunya berbeda dengan selingkuh oleh masyarakat pada umumnya. Pasangan yang diajak beselingkuh mempunyai “nilai” yang tinggi, bukan sekedar orang biasa.

Perselingkuhan mereka dilakukan dengan sangat hati-hati dan rapi, sehingga tidak ada orang yang mengetahui tindakan perselingkuhan mereka. Hanya sahabat dan teman seprofesi yang bisa mengetahui perselingkuhan mereka. Biasanya hanya sesama teman yang berselingkuh yang mengetahui tindakan perselingkuhan mereka.

Dari berbagai sumber

January 12, 2009 - Posted by | ARTIKEL PSIKOLOGI, INFO KELUARGA, INFO REMAJA DAN PERCINTAAN | , ,

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: