falahluqmanulhakiem

Mencoba berbagi, agar senantiasa berarti

MENGENAL “CARA PENDEKATAN”HALUS”DALAM MELAWAN BAKTERI”.

Selama ini para ilmuwan bidang kesehatan seakan saling berkejaran dengan bakteri dalam melakukan inovasi. Ketika para ilmuwan mengembangkan obat-obat antibiotik baru, bakteri pun mengembangkan kemampuan resistensi yang lebih tangguh.

Meski selama ini cukup banyak diandalkan, boleh jadi di masa datang obat-obat antibiotik bukan lagi menjadi pilihan amunisi utama yang digunakan dalam peperangan melawan infeksi bakteri.

Pendekatan yang digunakan dalam melawan infeksi bakteri selama ini masih berkisar pada penggunaan obat-obat kemoterapi. Ketika bakteri menjadi kebal terhadap suatu obat, dikembangkanlah obat-obat antibiotik dari kelas yang baru dengan struktur kimia dan mekanisme kerja yang berbeda untuk melawan bakteri tersebut. Namun pada saat ini semakin banyak bakteri yang kebal terhadap antibiotik, atau bahkan malah mampu mengonsumsinya. Lalu bagaimana lagi manusia dapat melindungi diri dari infeksi bakteri?

Menghambat Komunikasi Bakteri

Para peneliti kemudian mencoba menemukan cara untuk menghambat komunikasi antar bakteri (quorum quenching). Pendekatan quorum quenching didasari oleh penemuan bahwa sebagian bakteri seperti Clostridium difficile, Pseudomonas aeruginosa atau Vibrio harveyi hanya menimbulkan penyakit jika membentuk koloni dan berkomunikasi satu sama lain dengan semacam sinyal kimia (auto inducer).

Penghambatan komunikasi bakteri dilakukan dengan menggunakan zat kimia yang berfungsi menghambat penyebaran sinyal kimia yang biasanya digunakan oleh bakteri. Senyawa N-acyl homoserine lactone (AHL) adalah satu kelompok sinyal quorum sensing pada bakteri gram negatif yang mengatur sejumlah fungsi biologis seperti sifat patogen dan pembentukan biofilm. Sementara bakteri gram positif menggunakan molekul berbasis peptida untuk saling berkomunikasi.

Bila dibandingkan dengan pengobatan konvensional yang menggunakan antibiotik, pendekatan ini bersifat lebih ramah karena tidak dimaksudkan untuk membunuh bakteri, tetapi hanya mencegah bakteri untuk berkumpul dan menyebarkan penyakit. Untuk AHL misalnya, sejumlah organisme seperti Bacillus thuringiensis atau Bacillus cereus diketahui mampu menghasilkan laktonase yang dapat menguraikan AHL sehingga menghambat komunikasi antar bakteri. Namun demikian, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui mekanisme kerja senyawa penghambat quorum sensing ini dan upaya penerapannya pada terapi infeksi bakteri.

Seperti diketahui, penggunaan antibiotik secara serampangan adalah faktor utama yang menyebabkan fenomena resistensi bakteri terhadap antibiotik. Maka solusi jangka pendek untuk melawan infeksi bakteri adalah mengkampanyekan penggunaan obat rasional, khususnya obat-obat antibiotik untuk mencegah meluasnya resistensi bakteri.

Sumber : http://netsains.com/2008/11/pendekatan-’halus’-dalam-melawan-bakteri/

January 22, 2009 - Posted by | ARTIKEL KESEHATAN, HARUSNYA ANDA KETAHUI, ILMU PENGETAHUAN UMUM, TIPS DAN TRIKS | , , ,

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: