falahluqmanulhakiem

Mencoba berbagi, agar senantiasa berarti

MELIHAT “SEBERAPA BAIK KUALITAS EREKSI ANDA..?”

Terdapat perbedaan antara impotensi dan disfungsi seksual. Impotensi terjadi karena gangguan mekanik pada penis. Ini termasuk faktor organik seperti penyakit diabetes, hipertensi, jantung, dan lain-lain. Sedangkan disfungsi seksual terkait dengan masalah hasrat. Ini berarti Anda hanya membutuhkan rangsangan yang tepat untuk membuat penis bereaksi.

Ereksi merupakan reaksi yang penting untuk mencapai pengalaman seksual yang baik. Reaksi ini juga menunjukkan kesesuaian maupun ketidaksesuaian antara kebutuhan dan aspirasi seksual.

Kualitas ereksi sendiri banyak dipengaruhi oleh kepuasan seksual baik secara perorangan maupun berpasangan. Ini dikarenakan orgasme melibatkan sensasi erotik yang menyenangkan yang dipadukan dengan emosi.

Lima kategori reaksi penis

  • Pertama, adalah ketika penis tidak bereaksi sama kali atau sering disebut impotensi.

  • Kedua, penis membesar namun tidak keras (tipe terong).

  • Ketiga, penis mengeras tetapi tidak cukup untuk penetrasi (tipe timun).

  • Keempat, penis mengeras dan cukup untuk penetrasi tetapi durasinya tidak lama (tipe wortel),

  • Kelima, penis yang keras dan menegang secara sempurna dan maksimal (tipe pisang).

Kondisi yang pertama disebut impotensi. Tipe terong, timun, dan wortel dikategorikan sebagai disfungsi ereksi berat, sedang, dan ringan. Sedangkan tipe pisang berarti penis tidak mengalami gangguan seksual.

Normalnya, penis dapat berereksi minimal 30 menit hingga lebih dari 2 jam. Bila kurang dari itu, bisa jadi Anda mengalami disfungsi seksual yang berat-ringannya masih harus dicari terlebih dahulu penyebabnya melalui konsultasi dan tes (lihat Erection Self-test).

Bila lebih dari 2 jam? Anda boleh berbangga, sebab bila penis menegang secara normal (tanpa alat bantu obat kuat), berarti sistem saraf dan mekanik pada penis berfungsi dengan sempurna.

Seberapa sering penis berereksi secara normal dalam sehari? Hal ini bukanlah ukuran karena kuantitas bukanlah ukuran paten bahwa penis bereaksi secara normal. Yang terpenting adalah kualitas ereksinya.

Berikut adalah kategori reaksi penis:

1. Tipe Terong

  • Penis membesar tetapi tidak mengeras.Membutuhkan rangsangan seksual yang panjang dan lama agar penis dapat berereksi.Ereksi penis tidak dapat bertahan lama.

2. Tipe Timun

  • Penis mengeras, tetapi tidak cukup untuk penetrasi.Penis bereaksi hanya terhadap rangsangan seksual tertentu. Durasi ereksi penis hanya beberapa menit saja.

3. Tipe Wortel

  • Penis berereksi cukup keras untuk penetrasi. Penis cukup cepat bereaksi terhadap rangsangan seksual. Durasi ereksi penis tidak terlalu lama.

4. Tipe Pisang

  • Frekuensi ereksi cukup keras untuk penetrasi. Penis cepat bereaksi terhadap rangsangan seksual. Mampu mempertahankan ereksi yang keras hingga selesai berhubungan intim Penis mampu berereksi lagi dengan cepat setelah mencapai orgasme.

Sumber: Male Emporium

January 25, 2009 - Posted by | ARTIKEL KESEHATAN, HARUSNYA ANDA KETAHUI, INFO SEXOLOGY | , ,

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: