falahluqmanulhakiem

Mencoba berbagi, agar senantiasa berarti

MENGENAL “Pegylated interferon dan Ribavirin” HARAPAN BARU UNTUK PENDERITA HEPATITIS C.

Teknologi kedokteran dan farmakologi yang makin canggih, kini membuka peluang bagi penderita hepatitis C untuk sembuh secara total. Perusahaan farmasi dunia, PT Roche berhasil menemukan obat hepatitis C generasi baru, yang merupakan kombinasi Pegylated interferon dan Ribavirin. Terapi hepatitis C itu dapat mencegah progresi ke arah sirosis (pengerasan hati) dan kanker hati.

“Pegylated interferon dan Ribavarin merupakan baku “emas” untuk terapi hepatitis C kronik. Namun sayangnya, biaya terapinya masih mahal,” kata Ketua Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia, dr Unggul Budihusodo dalam acara peluncuran program pendataan penyakit hepatitis C di Indonesia, di Jakarta, belum lama ini.

Penemuan obat terbaru itu, menurut dr Unggul, sangatlah penting jika melihat angka penderita hepatitis C di Indonesia yang menunjukkan peningkatan setiap tahunnya. Mengacu pada data badan kesehatan dunia, WHO, ada sekitar 7 juta penduduk Indonesia terinfeksi virus hepatitis C.

“Hepatitis C merupakan masalah primer kesehatan masyarakat, karena palin sering berlanjut menjadi hepatitis kronik, sirosis dan kanker hati primer yang dapat menimbulkan kematian,” ujarnya.

Dr Unggul menambahkan hepatitis C patut mendapat perhatikan karena jika dibandingkan hepatitis B, virus hepatitis C “lebih ganas” dan lebih sering menyebabkan penyakit hati menahun. Perkembangbiakan virus hepatitis C amatlah produktif dan dapat mencapai 10 triliun kopi virus per hari.

“Infeksi hepatitis C juga disebut infeksi terselubung karena seringkali tidak bergejala. Kesakitan baru muncul sekitar 10-30 tahun, sehingga seseorang baru mengetahui tubuhnya terinfeksi setelah berada dalam keadaan sirosis lanjut, dengan komplikasi seperti bengkak, muntah darah, penurunan kesadaran,” tuturnya.

Banyaknya orang yang tidak terdiagnosis hepatitis C, menurut dr Unggul, berdampak serius karena mereka dapat bertindak sebagai carrier (pembawa virus) dan menularkan pada orang lain tanpa disadari.

Penularan virus hepatitis C lewat darah melalui transfusi darah, pemakaian berulang jarum atau alat medis lainnya yang tidak steril, saling tukar suntikan oleh pengguna narkoba suntik maupun kontak langsung, seperti alat cukur, tindik telinga, tato dengan peralatan yang tidak steril.

Disinggung soal hubungan seks, dr Unggul mengatakan, penularan secara seksual dan perinatal dapat pula terjadi namun kasusnya sangat kecil. Risiko tular ibu ke anaknya melalui kehamilan sangat kecil (5 persen)

“Virus hepatitis C tidak ditularkan melalui bersin, memeluk, batuk, makanan, air, menggunakan peralatan makanana atau kontak tangan biasa,” ucap Unggul.

Hal senada dikemukakan Ketua Kelompok Kerja Hepatitis Departemen Kesehatan, Prof Dr H Ali Sulaiman PhD, SpPD-KGEH. Katanya, jika tidak ditangani sejak dini, hepatitis C dapat menimbulkan beban ekonomi yang sangat besar.

Ia mencontohkan, bila penyakit yang disebabkan oleh virus itu berlanjut menjadi sirosis ringan. Dibutuhkan biaya pengobatan sekitar Rp 30 juta per orang per tahun. Bila menjadi sirosis berat, tanpa transplantasi butuh Rp 60 juta/orang/tahun.

“Jika sudah kanker hati, dan tidak ditransplantasi dibutuhkan dana Rp 120 juta/orang/tahun. Bila menjalani transplantasi biaya per operasi Rp 1,5 sampai Rp 2 miliar dengan biaya perawatan sesudahnya Rp 150 juta/tahun,” paparnya.

Untuk itu, lanjut Prof Ali Sulaiman, pentingnya melakukan pemeriksaan darah guna mengetahui keberadaan virus hepatitis di hati. Pemeriksaan yang diperlukan adalah tes anti-HCV.

“Itu merupakan satu-satunya cara yang bisa dilakukan untuk mencegah penyebaran virus hepatitis karena infeksi yang bersifat kronik itu kebanyakan tidak bergejala (asimptomatik) sehingga sering tak disadari oleh penderitanya,” ucapnya menegaskan.

Menurut Prof Ali, penyakit yang belum ada vaksin untuk pencegahannya itu boleh dibilang masuk dalam golongan penyakit menular, yang juga membutuhkan perhatian serius. Karena berpotensi mengakibatkan kejadian luar biasa penyakit.

Sumber : http://www.perempuan.com/

January 27, 2009 - Posted by | ARTIKEL KESEHATAN, HARUSNYA ANDA KETAHUI | ,

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: