falahluqmanulhakiem

Mencoba berbagi, agar senantiasa berarti

MENGENAL “SEPUTAR PRILAKU SEKS “TRIOLOSME”.

Triolist (troilisme atau triolosme) merupakan sebutan untuk orang-orang yang memiliki orientasi atau perilaku seksual yang menyimpang. Biasanya penyimpangan seksual ini memiliki konteks yang sama dengan homoseksual, lesbianisme, sadisme, phedopilia, voyerisme, fetishisme dan machosisme.

Perbedaannya adalah jika pada tipe heteroseksual, mereka sangat mementingkan arti sebuah ikatan yaitu pernikahan. Sedangkan triolist tidak lagi mempertimbangkan aspek benar atau salah. Mereka memiliki dorongan dari dalam diri yang mengatakan bahwa “Saya mau nggak ya?” atau “Saya mau coba nggak ya?”.

Orang-orang yang memiliki kelainan ini memiliki keinginan untuk membagi pasangannya dengan orang lain, sementara orang yang triolist ini hanya menonton. Para triolist ini kebanyakan tidak merasa enggan mendorong pasangannya untuk berhubungan dengan orang lain. Beberapa contohnya :

Biasanya mereka akan meminta pasangan untuk berbicara intim dengan orang lain, meminta pasangan untuk menari dengan orang lain. Mereka juga akan meminta pasangan untuk berkencan dengan orang lain, menonton pasangan berhubungan intim dengan orang lain dan turut bergabung ke dalamnya.

Bila ditilik penyebabnya, seorang triolist memiliki masalah dengan kemampuan seksualnya. Mereka memerlukan cara lain atau pengakuan dari orang lain untuk melampiaskan ketidakmampuannya. Biasanya saat mereka melihat pasangan bermesraan dengan orang lain maka hasratnya akan meningkat dan akhirnya mereka bisa terpuaskan.

Penyimpangan seksual ini karena mereka bosan terhadap hubungan dan suasana yang dianggapnya monoton. Sehingga saat mendapatkan suasana baru, mereka berharap bisa mendapatkan hal-hal positif agar dapat berdampak baik bagi hubungan pernikahan mereka.

Penyebab lain adalah adanya dorongan hasrat untuk mencoba atau bereksperimen. Biasanya hal ini terjadi pada pasangan yang sangat terbuka dan bebas dalam urusan seksual. Lingkungan pergaulan yang tidak mengganggap seks sebagai suatu hal yang tabu dan ditutup-tutupi akan membentuk mereka memiliki perilaku penyimpangan seksual ini.

Para penganut triolosme biasanya akan tukar menukar pasangan karena mereka sudah saling mengenal dan memiliki hubungan yang dekat. Tapi biasanya terjadi di Barat pada pasangan yang tidak menikah dan memiliki komitmen untuk tinggal bersama. Apakah anda salah satu penganut triolosme?

Sumber : http://www.perempuan.com/

January 27, 2009 - Posted by | ARTIKEL PSIKOLOGI, INFO KELUARGA, INFO REMAJA DAN PERCINTAAN, INFO SEXOLOGY | , , , ,

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: