falahluqmanulhakiem

Mencoba berbagi, agar senantiasa berarti

MENGENAL “4 TYPE REAKSI KETIKA MENDAPAT KABAR BAIK DARI PASANGAN.”

Bayangkan peristiwa berikut : suatu kali pasangan Anda tiba-tiba berteriak gembira setelah membaca sebuah sms yang baru datang untuknya. Dia memperoleh hadiah undian mobil BMW dari salah satu bank. Dia melonjak kegirangan. Mukanya berseri-seri. Nah, apa yang Anda lakukan saat itu?

Anda mungkin sangat antusias mendengarnya. Anda ikut melonjak-lonjak bersama pasangan Anda. Lantas Anda memeluknya. Namun mungkin saja Anda hanya tersenyum gembira dan mengucapkan selamat padanya. Nah, mungkin juga Anda malah mengkritiknya. “Dapat hadiah saja kok heboh. Hati-hati siapa tahu itu cuma penipuan!” sergah Anda.

Shelly Gable, salah seorang peneliti masalah pernikahan dari University of California at Los Angeles, atau UCLA, Amerika Serikat, menemukan bahwa reaksi Anda terhadap berita baik yang disampaikan pasangan Anda kepada Anda berpengaruh besar terhadap hubungan yang Anda jalani. Dalam penelitiannya, ditemukan ada 4 tipe reaksi atas berita baik yang disampaikan pasangan. Masing-masing memiliki pengaruh berbeda terhadap hubungan yang dijalani.

Tipe 1. Aktif-konstruktif

Anda memiliki tipe aktif-konstruktif jika Anda antusias dalam menanggapi berita baik yang disampaikan pasangan Anda kepada Anda. Misalnya si dia mendapat promosi jabatan, si dia memperoleh beasiswa, si dia mendapat undian berhadiah, profilnya dimuat majalah terkemuka, dan sebagainya, Anda akan sangat senang dan bergembira. “Ini berita baik. Ayo kita rayakan!” seru Anda pada pasangan Anda sembari memeluknya.

Antusiasme Anda akan memperbesar kesenangan yang dirasakan oleh pasangan Anda. Emosi positif juga akan terus menerus ditumbuhkan. Inilah kunci hubungan yang kuat. Mereka yang memiliki tipe ini lebih matang dalam hubungan, lebih mencintai pasangan, lebih berkomitmen, dan memiliki kepuasan hubungan yang lebih tinggi. Bahkan, hal-hal positif tersebut bertahan dalam jangka panjang, bukan hanya beberapa saat setelah memperoleh berita baik. Jadi, tumbuhkan antusiasme Anda, maka Anda akan lebih berbahagia.

Berikut beberapa pernyataan untuk mengetahui apakah pasangan Anda memiliki tipe aktif konstruktif atau tidak. Jika Anda setuju dengan semua pernyataan berikut, berarti pasangan Anda memilikinya.

  • Pasangan saya biasanya antusias mengetahui keberuntungan saya
  • Saya kadang-kadang merasa bahwa pasangan saya lebih bahagia dan gembira ketimbang saya
  • Pasangan saya sering mengajukan banyak pertanyaan dan menunjukkan perhatian yang sungguh-sungguh.

Tipe 2. Pasif-konstruktif

Tipe pasif-konstruktif kurang antusias namun bukan tidak bahagia saat mendengar kabar baik dari pasangan. Memang tidak banyak kata-kata yang disampaikan pada pasangan. Mungkin Anda hanya mengatakan, “Itu luar biasa!” Akan tetapi, secara bersamaan Anda menunjukkan bahasa tubuh gembira. Anda memancarkan ekspresi wajah bahagia.

Tipe ini masih tergolong positif untuk hubungan, meskipun tidak setinggi tipe aktif-konstruktif. Tapi setidaknya, pasangan akan merasa cukup bahagia mengetahui bahwa Anda tertarik dan turut senang dengan apa yang diperoleh mereka.

Berikut beberapa pernyataan untuk mengetahui apakah pasangan Anda memiliki tipe pasif-konstruktif atau tidak. Jika Anda setuju dengan semua pernyataan berikut, berarti pasangan Anda memilikinya.

  • Pasangan saya mencoba tidak menunjukkan rasa senangnya secara meluap-luap, tapi itu membahagiakan saya
  • Pasangan saya biasanya diam namun mendukung saya.
  • Pasangan saya hanya berkata sedikit saja tetapi saya tahu dia bahagia untuk saya

Tipe 3. Aktif-destruktif

Anda memiliki tipe aktif-destruktif jika secara verbal Anda aktif mencari celah untuk membuat kabar baik pasangan menjadi berita biasa. Anda berupaya agar pasangan Anda tidak terlalu antusias. Anda berusaha agar sisi negatif diperhatikan pasangan.

Misalnya saat pasangan Anda memperoleh kenaikan jabatan, setelah memberinya selamat, Anda malah berkata, “kamu yakin bisa memikul tanggung jawab yang lebih besar?” Begitu juga ketika pasangan Anda memberi tahu Anda bahwa dia diterima bekerja diluar kota. Bukannya Anda turut bergembira, Anda malah berkata padanya, “Jadi, kita akan berpisah dong. Kita sulit ketemu!”

Tipe akrif-destruktif ini tidak memiliki pengaruh positif bagi hubungan. Meskipun seolah ada sisi positifnya agar pasangan Anda tidak terlalu terlarut dalam euforia, namun sebenarnya malah membuat pasangan tertekan. Pasangan menjadi kurang merasa dihargai. Mereka merasa tidak mendapatkan pembenaran untuk bergembira. Jadi, mereka pun kurang mengalami kegembiraan meskipun mendapat keberuntungan besar. Akibatnya tidak ada bedanya dengan tidak mendapatkan. “Sama saja!” ujar mereka.

Berikut beberapa pernyataan untuk mengetahui apakah pasangan Anda memiliki tipe aktif-destruktif atau tidak. Jika Anda setuju dengan semua pernyataan berikut, berarti pasangan Anda memilikinya.

  • Pasangan saya sering menemukan adanya masalah seiring hal baik yang saya dapatkan
  • Pasangan saya mengingatkan saya bahwa dibalik hal-hal baik selalu ada aspek negatifnya
  • Pasangan saya selalu bisa menemukan hal-hal yang membuat kabar baik yang ada menjadi kabar biasa saja.

Tipe 4. Pasif-destruktif

Tipe Anda pasif-destruktif jika Anda mengabaikan berita baik pasangan Anda. Sedikit sekali perhatian yang Anda berikan padanya. Boleh dibilang Anda tidak tertarik. Misalnya pasangan Anda mendapat beasiswa sekolah ke luar negeri, Anda malah berkata, “sudah biasa. Begitu saja kok heboh!”

Tipe pasif-destruktif merupakan tipe paling menekan. Boro-boro mendapat antusiasme. Dipedulikan saja tidak. Padahal mungkin mereka ingin berbagi kebahagiaan dengan Anda. Mereka berharap Anda juga ikut bahagia. Tapi yang mereka dapatkan justru pengabaian. Mereka bisa sakit hati. Biasanya, pasangan yang memiliki tipe ini merupakan pasangan yang tidak berbahagia.

Berikut beberapa pernyataan untuk mengetahui apakah pasangan Anda memiliki tipe pasif-destruktif atau tidak. Jika Anda setuju dengan semua pernyataan berikut, berarti pasangan Anda memilikinya.

  • Kadang-kadang saya mendapat kesan bahwa pasangan saya tidak terlalu peduli
  • Pasangan saya tidak memberi banyak perhatian pada saya
  • Pasangan saya sering terlihat tidak tertarik

Sumber : http://psikologi-online.com

March 6, 2009 - Posted by | ARTIKEL PSIKOLOGI, INFO KELUARGA, INFO REMAJA DAN PERCINTAAN | , ,

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: