falahluqmanulhakiem

Mencoba berbagi, agar senantiasa berarti

MENGENAL “HAL-HAL SEPUTAR PERTANYAAN SEKSIOLOGI (2).”

Apakah yang dimaksud aktivitas seksual?
Apakah hubungan seksual itu?
Apakah orgasme itu?
Apakah aprodisiak dan an-aprodisiak itu?

Apakah yang dimaksud aktivitas seksual?

Aktivitas seksual adalah perilaku yang mengekspresikan seksualitas seseorang di mana erotisme hadir di sana. Jika tidak ada erotisme, bukan aktivitas seksual namanya. Aktivitas seksual ditandai dengan perilaku untuk mencari erotisme. Jadi, jika Anda pergi ke pelacuran, maka itu adalah aktivitas seksual karena Anda mencari erotisme. Jika Anda apel malam minggu mengunjungi pacar, maka itu adalah aktivitas seksual karena Anda mencari erotisme dalam kunjungan itu. Pun jika Anda mengintip orang mandi atau menonton video porno untuk mencari sensasi erotik, maka itu termasuk aktivitas seksual.

Ada aktivitas seksual yang insidental atau hanya dilakukan sementara saja dan sudah itu berhenti. Misalnya Anda kebetulan lewat sebuah kamar mandi umum dan berkeinginan mengintip orang mandi di sana. Namun ada juga aktivitas seksual yang dilakukan terus menerus secara tetap. Misalnya Anda selalu berusaha mengintip orang mandi di mana-mana atau Anda selalu ingin bermesraan dengan pacar. Aktivitas seksual yang dilakukan secara tetap dan terpola itu diistilahkan dengan praktek seksual.

Praktek seksual mencakup banyak hal. Termasuk di dalamnya adalah perilaku mencari erotisme saat berdua dengan pasangan (pegangan tangan, saling raba daerah sensitif, menggesekkan alat kelamin, sampai melakukan hubungan seksual), mencari erotisme dengan mendatangi pelacur (tentu saja lewat hubungan seksual), mencari erotisme dengan melihat gadis-gadis seksi atau laki-laki seksi, mencari erotisme dengan masturbasi, sampai mencari erotisme dengan melihat gambar atau video porno.

Apakah hubungan seksual itu?

Umumnya orang menganggap bahwa pembicaraan mengenai seksualitas manusia adalah tentang hubungan seks manusia. Lain tidak. Hubungan seks boleh dikatakan memang perkara yang paling menegaskan adanya seksualitas manusia. Apalagi lewat hubungan seks, seorang manusia baru bisa dilahirkan. Namun hubungan seks bukan hanya reproduksi, tapi juga untuk kesenangan. Bahkan tujuan pertama dari seks adalah tujuan erotis dan kesenangan. Adanya kesenangan yang kuat yang menyertai seks yang membuat seks memiliki daya tarik. Tanpa kesenangan, hubungan seks tidak akan menarik. Kesenangan itu pula yang memicu hubungan seks dan adanya hubungan seks memicu terjadinya reproduksi. Namun jelas bahwa kesenangan dalam hubungan seks sangat berbeda dengan hubungan seks untuk tujuan reproduksi. Hubungan seks tetap dilakukan boleh jadi semata-mata untuk tujuan menyenangkan tanpa ada tujuan reproduksi.

Hubungan seksual adalah proses pencarian erotisme antara dua orang dengan melakukan hubungan badan. Oleh karena itu hubungan seksual tidak hanya adanya penetrasi penis ke dalam vagina, tapi juga oral seks (melakukan hubungan seks dengan mulut), anal seks (melakukan hubungan seks dengan anus), sampai sekedar menggesekkan alat kelamin.

Hubungan seks yang umumnya dilakukan orang adalah intercourse vaginal. Rata-rata hubungan seks dengan intercourse vagina dalam setahun pada kelompok umur 18-29 tahun adalah sebanyak 112 kali. Itu artinya, mereka melakukan hubungan seks sekitar 3 hari sekali. Pada umur 30-39 tahun, rata-rata hubungan seksnya menurun menjadi 86 kali setahun atau 4 hari sekali. Sedangkan pada umur 40-49 tahun, rata-rata hubungan seksnya menurun menjadi hanya 69 kali setahun atau seminggu sekali.

Anal seks yakni penis (bisa saja jari, dildo, atau yang lain) melakukan penetrasi ke dalam anus juga merupakan fenomena umum. Kaum gay maupun kaum heteroseksual biasa melakukannya. Di Amerika Serikat, sekitar 10% laki-laki dan 9% perempuan melakukan anal seks dalam setahun terakhir. Secara keseluruhan, penelitian menunjukkan bahwa 47% laki-laki heteroseksual dan 61% perempuan heteroseksual pernah mencoba melakukan anal seks. Sebanyak 13% pasangan menikah mengakui bahwa mereka melakukan anal seks dan oral seks.

Ada beragam alasan anal seks dilakukan. Bisa jadi anal seks sebagai alternatif saat perempuan sedang menstruasi. Mungkin untuk mencegah kehamilan. Atau boleh jadi, anal seks memang lebih memuaskan. Anda tentu sering mendengar kasus sodomi laki-laki dewasa terhadap anak-anak. Itu juga termasuk anal seks. Biasanya, anal seks dilakukan untuk menunjukkan dominasi yang melakukan penetrasi kepada yang dipenetrasi.

Oral seks lebih umum dilakukan. Praktek seksual ini dilakukan oleh 27% laki-laki dan 19% perempuan dalam setahun terakhir. Pihak laki-laki menstimulasi klitoris perempuan dengan mulutnya. Sebaliknya, perempuan menstimulasi penis laki-laki dengan mulutnya. Biasanya penis dikulum. Identik dengan oral seks adalah menstimulasi bagian sensitif pasangan dengan jari. Kaum homoseksual perempuan biasanya melakukan oral seks ataupun dengan ‘jari seks’.

Sebuah survei mengenai derajat kebahagiaan pernah dilakukan lintas negara. Survei tersebut melibatkan 22 negara dan 22 ribu orang dewasa. Hasilnya, orang Denmark merupakan orang-orang paling berbahagia di dunia. Tetapi untuk urusan seksual, orang Venezuela merupakan orang-orang yang paling puas di dunia, disusul Brazil dan Amerika Serikat. Dilaporkan bahwa 46% orang Venezuela sangat berbahagia dengan kehidupan seksualnya. Sementara itu orang Brazil yang melaporkan kehidupan seksual yang sangat memuaskan sebanyak 32% dan orang Amerika sebanyak 27%. Bagaimana dengan Indonesia? Lagi-lagi tidak ada data memadai tentang seksualitas pada masyarakat Indonesia.

Apakah orgasme itu?

Anda pernah orgasme? Sayang sekali kalau belum. Orgasmelah yang dicari dalam hubungan seksual. Boleh dibilang, orgasme adalah puncak pencarian erotisme. Hampir semua tindakan erotis diarahkan semata-mata untuk mencapai orgasme. Sebagian orang malah menyebutnya sebagai surga di bumi. Jadi, kalau belum pernah orgasme, berusahalah mencapainya.

Orgasme bisa diperoleh dari hubungan seksual ataupun melalui masturbasi. Asalkan ada rangsangan erotik maka bisa memunculkan orgasme. Tapi tahukah Anda bahwa orgasme bisa terjadi saat Anda tidur? Orgasme saat tidur merupakan hal normal belaka. Sering kali orgasme dimunculkan oleh mimpi yang erotik. Misalkan Anda bermimpi melakukan hubungan seksual dan orgasme. Maka secara riil, Anda benar-benar mengalami orgasme, di mana vagina Anda mengalami lubrikasi (pembasahan) dan penis Anda ereksi.

Apa sebenarnya orgasme? Menjelang atau pada saat orgasme terjadi vasocongestion (berkumpulnya darah pada daerah kelamin dan payudara sehingga daerah tersebut menjadi hangat) dan myotonia (ketegangan otot-otot syaraf). Pada laki-laki orgasme gampang dilihat, yakni terjadinya ejakulasi. Kontraksi otot-otot pubokoksigeus, perineum, dan penis mendorong cairan semen yang berisi sperma keluar dari penis. Namun demikian, orgasme bisa saja terjadi tanpa ejakulasi. Pada perempuan, orgasme adalah kontraksi otot pelvik dasar, rektum. uterus dan otot vagina. Antara 5 sampai 12 kontraksi terjadi dalam rentang waktu 1 detik.

Secara umum, pengalaman orgasme bagi perempuan dan laki-laki sangat mirip. Ada semacam sensasi denyutan atau perasan ‘tersetrum’ pada perempuan dan ada sensasi mengejang pada laki-laki. Pada saat orgasme, pernafasan meningkat menjadi 30 sampai 40 tarikan nafas. Rata-rata denyut nadi antara 110 sampai 180 per menit. Tekanan darah juga meningkat antara 30 sampai 80 mm/Hg untuk sistolik dan 20 sampai 40 mm/Hg untuk diatolik.

Orgasme pada perempuan terdiri dari 2 jenis berdasarkan tempat perangsangannya, yakni orgasme klitoral dan orgasme vaginal. Orgasme klitoral artinya orgasme dicapai melalui perangsangan klitoris, baik secara langsung dirangsang melalui sentuhan atau tidak langsung melalui pergesekan tekanan dinding vulva sebagai akibat gerakan penis ke dalam vagina. Orgasme vaginal adalah orgasme yang timbul karena persentuhan dengan daerah G-spot (daerah yang sensitif dengan rangsangan selain klitoris) di dalam vagina.

Meskipun orgasme adalah tujuan hubungan seks, namun penelitian menunjukkan bahwa hanya 75% laki-laki dan 29% perempuan yang selalu orgasme saat melakukan hubungan seksual dengan pasangannya. Artinya ada sebagian orang yang pernah tidak orgasme saat melakukan hubungan seksual. Bahkan ada perempuan yang menyatakan diri tidak pernah mengalami orgasme seumur hidupnya meski telah menikah puluhan tahun dan memiliki beberapa anak.

Sekitar 10% perempuan adalah pre-orgasmia alias tidak pernah mengalami orgasme. Hal ini wajar karena dalam banyak budaya, perempuan dituntut untuk hanya melayani hasrat seksual laki-laki dan bertindak pasif dalam hubungan seksual. Selain itu, pre-orgasme bisa saja disebabkan oleh karena pasangannya mengalami disfungsi seksual dan si perempuan tidak mau melakukan masturbasi.

Selain pre-orgasmia ada anorgasmia yang artinya ketidakmampuan mencapai orgasme. Biasanya ketidakmampuan itu disebabkan karena beberapa sebab, misalnya karena kecanduan alkohol, kecanduan narkoba, depresi, sedih, dalam proses pengobatan, dan adanya penyakit kronis. Kekerasan dalam hubungan seksual juga bisa menyebabkan kegagalan mencapai orgasme.

Apakah aprodisiak dan an-aprodisiak itu?

Aprodisiak adalah sesuatu yang bisa meningkatkan hasrat dan kemampuan seksual, serta meningkatkan kualitas kehidupan seksual seseorang secara umum. Lawan katanya adalah an-aprodisiak, yakni sesuatu yang menurunkan gairah seksual dan fungsi-fungsi seksual. Aprodisiak terdiri dari dua macam hal. Pertama, aprodisiak sebagai sesuatu yang dianggap memiliki hubungan langsung dengan kimiawi tubuh. Termasuk dalam golongan ini adalah materi yang dicerna tubuh (makanan, obat-obatan tertentu, cairan tertentu, dan lainnya), dimasukkan atau dihirup ke dalam tubuh (narkoba, parfum, obat, dan lainnya) dan yang dioleskan pada tubuh (minyak tertentu, lotion, dan lainnya).

Daging kambing misalnya dipercaya meningkatkan gairah seksual. Demikian juga buah pelir sapi banteng, kuda dan unta yang dikenal dengan istilah torpedo. Lalu ada obat kuat untuk meningkatkan gairah seksual, mencegah ejakulasi dini, memperlama ereksi dan sebagainya. Salah satu yang paling terkenal adalah viagra. Ada juga jamu strong-pas, jamu kuku bima, dan jamu kuat lainnya. Demikian juga ada harum-haruman tertentu yang dipercaya bisa meningkatkan gairah seksual atau aroma terapi. Pendek kata, segala ramuan, makanan, minyak, parfum, dan obat-obatan yang dipercaya bisa meningkatkan hasrat dan kemampuan seksual termasuk dalam golongan aprodisiak.

Sebenarnya, materi-materi aprodisiak tidak selalu memiliki efek nyata dalam meningkatkan kehidupan seksual. Banyak materi aprodisiak tidak berhubungan sama sekali dengan hasrat atau kemampuan seksual. Namun jika orang tetap percaya bahwa materi itu bisa mempengaruhi, maka secara psikologis, orang akan merasakan peningkatan hasrat dan kemampuan seksual ketika mengonsumsi materi tersebut. Inilah yang disebut efek plasebo.

Kedua, aprodisiak sebagai sesuatu yang dianggap memiliki hubungan langsung dengan efek psikologis. Termasuk dalam golongan ini adalah materi yang didengar atau dilihat (seni erotis, musik tertentu, tarian erotis, gambar erotis), atau stimulus yang dialami lainnya (praktek magis, pelet, fantasi erotis, dan lainnya). Anda mungkin pernah mendengar bahwa banyak orang percaya, pengaturan kamar tidur yang nyaman, enak dan sesuai feng-shui akan meningkatkan gairah seksual. Nah, pengaturan kamar tidur termasuk aprodisiak. Demikian juga ketika hasrat seksual naik dengan melakukan tindakan berisiko tinggi semacam ngebut di jalan, maka ngebut di jalan adalah aprodisiak.

Bagaimana dengan an-aprodisiak? Secara garis besar, jenisnya sama dengan aprodisiak. Ada makanan, obat-obatan, minuman, sampai kegiatan tertentu yang dipercaya menurunkan gairah dan kemampuan seksual. Bahkan ada juga yang mistis. Ada yang percaya bahwa besi kuning tidak boleh disimpan di sekitar rumah karena akan menyebabkan kemandulan perempuan.

Salah satu makanan yang terkenal sebagai an-aprodisiak adalah terong. Memakan terong dianggap bisa menyebabkan sulit ereksi dan ejakulasi dini sebagaimana terong yang mudah lemas. Tentu saja hal tersebut kurang berdasar. Tidak ada hubungan antara terong dengan kemampuan seksual. Beberapa obat-obatan memang diketahui menurunkan kemampuan seksual. Misalnya obat-obat anti-depresan, obat-obatan sedatif, dan obat-obatan yang terkait dengan gangguan darah. Alkohol juga diketahui menurunkan kemampuan seksual dalam jangka panjang. Demikian juga merokok bisa mengakibatkan impotensi. Pemerintah bahkan mewajibkan produsen rokok untuk mencantumkan peringatan bahaya merokok pada kemasan rokok.

Sumber : http://psikologi-online.com

March 6, 2009 - Posted by | ARTIKEL KESEHATAN, HARUSNYA ANDA KETAHUI, ILMU PENGETAHUAN UMUM, INFO KELUARGA, INFO REMAJA DAN PERCINTAAN, INFO SEXOLOGY | , , ,

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: