falahluqmanulhakiem

Mencoba berbagi, agar senantiasa berarti

MENGENAL “HAL-HAL SEPUTAR PERTANYAAN SEKSIOLOGY”

Bagaimana anatomi seksual laki-laki?
Bagaimana anatomi seksual perempuan?
Apakah hormon seksual itu?
Apakah selaput dara itu?
Bagaimana konsepsi itu?
Seksualitas pada anak-anak
Seksualitas pada remaja?
Seksualitas dan penuaan
Apakah masa subur itu?

Bagaimana anatomi seksual laki-laki?

Sistem reproduksi laki-laki terdiri dari sepasang testis (buah pelir), saluran vas deferens, kelenjar dan penis. Buah pelir atau testis adalah bagian menggantung di bawah penis sebagai tempat di mana sperma dan beberapa hormon seks diproduksi (hormon testoreon dan estrogen, androsterone, dan lainnya). Bukan tanpa alasan testis terletak menggantung di luar tubuh manusia. Tidak lain karena membuat testis lebih dingin. Jika di dalam tubuh, testis akan dalam kondisi lebih panas sehingga sperma yang dihasilkan akan rusak. Sperma berukuran antara 0,04 sampai 0,06 mm. Jadi, 1 mm3 mengandung sekitar 60 ribu sperma.

Kelenjar seksual (yang paling dikenal adalah kelenjar prostat) adalah tempat diproduksinya semen, yakni cairan-cairan yang membungkus sperma. Cairan putih yang dikeluarkan laki-laki saat ejakulasi adalah cairan semen. Sekitar 1% di antaranya adalah sperma. Jumlahnya kira-kira antara 200-400 juta sperma setiap kali ejakulasi. Saluran vas deferens adalah saluran semen keluar menuju uretra di dalam penis. Uretra menjadi saluran terakhir semen keluar dari tubuh. Uretra sendiri berfungsi ganda. Tidak hanya semen yang dikeluarkan, tapi juga air kencing (urine).

Salah satu kelenjar yang memiliki peran penting adalah kelenjar cowsper. Kelenjar ini menghasilkan zat untuk membersihkan saluran uretra dari air kencing. Kadang kala dalam jumlah yang sedikit, ada juga spermanya. Jika Anda laki-laki, Anda tentu tahu adanya cairan bening yang keluar sebelum Anda ejakulasi. Itulah cairan yang berasal dari kelenjar cowsper. Sisa-sisa air kencing dalam uretra dibersihkan olehnya. Jika tidak, sperma bisa mati ketika melewati uretra.

Pada saat laki-laki terangsang, penis mengalami ereksi atau membesar dan mengeras sehingga memungkinkan penetrasi ke dalam vagina perempuan. Tanpa adanya ereksi, adalah muskil penis bisa melakukan penetrasi ke dalam vagina. Ereksi penis dimungkinkan karena penis terdiri dari 2 silinder, yakni korpus kavernosus (corpora carvenosa) dan korpus spongiosus. Di antara sel dalam korpus kavernosus terdapat rongga, di mana tatkala terangsang rongga itu dialiri darah sehingga penis membesar. Setelah ejakulasi atau keluarnya semen, darah akan keluar dari penis sehingga penis akan kembali mengecil dan lemas seperti sedia kala.

Bagaimana anatomi seksual perempuan?

Kasatmata, seseorang perempuan dilihat sebagai perempuan adalah ketika ia memiliki vagina dan payudara. Vagina merupakan bagian dari sistem reproduksi perempuan. Payudara meskipun ciri khas perempuan tapi tidak termasuk dalam bagian utama sistem reproduksi perempuan. Keberadaan payudara hanya diperlukan untuk menyusui anak setelah anak lahir. Sistem reproduksi perempuan terdiri atas sepasang ovarium, dua tuba fallopi, sebuah uterus, mulut rahim (serviks), vagina dan vulva (mulut vagina).

Ovarium adalah testis bagi perempuan. Sel telur dihasilkan perempuan dalam ovarium. Pada saat lahir, ovarium memiliki sekitar 230 ribu sampai 400 ribu bakal calon sel telur. Namun, hanya sekitar 400 sampai 500 sel telur yang menjadi matang dan siap di buahi. Ukuran sel telur antara 0,132 mm sampai 0,135 mm. Dari ovarium, sel telur akan dibawa ke tuba fallopi. Di dalam tuba fallopi, sel telur matang itu siap untuk dibuahi. Pada saat tersebut, dinding uterus akan menebal sebagai persiapan jika sel telur dibuahi. Jika tidak dibuahi, sel telur dan dinding uterus akan luruh. Hal tersebut dikenal sebagai menstruasi atau haid.

Mulut rahim atau serviks adalah pintu uterus (rahim). Serviks membatasi uterus dengan vagina. Di dalam serviks terdapat kelenjar yang menghasilkan mucus yang berfungsi melawan sperma untuk masuk ke uterus saat menstruasi. Itu sebabnya tidak akan terjadi kehamilan jika melakukan hubungan seksual pada saat menstruasi.

Vagina merupakan saluran berdinding tipis dan elastis. Dinding vagina memiliki pembuluh darah yang akan membesar saat mengalami kenikmatan seksual atau selama melahirkan. Pada saat terangsang, pembuluh darah menekan dinding vagina, yang lantas menghasilkan cairan yang membasahi dinding vagina sehingga pada saat ada penetrasi penis, vagina tidak merasakan sakit.

Berbeda dengan vagina, vulva adalah istilah untuk organ eksternal perempuan. Banyak yang menyebutnya sebagai mulut vagina. Vulva terdiri dari pubis, bibir dalam (labia), klitoris, pintu masuk ke vagina dan saluran keluar kencing. Pubis adalah bagian yang menutupi tulang pubik, dan biasanya ditutupi oleh rambut. Pada bagian pubis ini terdapat sejumlah besar saraf perasa. Oleh sebab itu perempuan gampang terangsang jika disentuh daerah pubisnya.

Labia adalah bibir vagina. Bentuknya mirip kantong buah pelir (skortum) bagi laki-laki. Pada orang yang melakukan operasi dari laki-laki menjadi perempuan, kantong buah pelir digunakan untuk membentuk labia. Perannya menutupi vulva. Klitoris juga ditutupi oleh labia. Organ yang satu ini mirip ujung penis. Di dalamnya terdapat ratusan saraf erotik. Inilah salah satu bagian dari tubuh perempuan yang paling sensitif menghasilkan sensasi erotik dan orgasme.

Apakah selaput dara itu?

Selaput dara atau hymen adalah jaringan tipis yang menutupi sebagian jalan masuk ke vagina. Umumnya perempuan memilikinya. Namun demikian ada juga yang tidak memilikinya sejak lahir. Selaput dara bermacam-macam bentuk dan ukurannya. Ada yang menutup penuh dan menyisakan lubang kecil untuk menstruasi dan ada yang berlubang-lubang. Ada yang tebal dan ada yang tipis. Ada yang kaku dan ada yang elastis.

Biasanya selaput dara akan robek dan mengeluarkan darah pada saat adanya penetrasi penis pertama kali. Oleh sebab itu, mengeluarkan darah pada saat hubungan seksual sering kali dijadikan ukuran apakah seorang perempuan masih perawan atau tidak ketika akan berhubungan seks. Tapi tentu saja hal itu tidak selalu benar. Fakta berikut bisa saja terjadi ;
Sejak lahir tidak memiliki selaput dara.
Selaput daranya tipis dan tidak elastis sehingga telah sobek ketika melakukan aktivitas fisik, seperti naik kuda, naik sepeda, senam, peregangan kaki, silat dan lainnya.
Selaput daranya elastis sehingga tidak robek ketika ada penetrasi penis. Pada beberapa kasus, selaput dara baru benar-benar sobek saat melahirkan.
Selaput daranya sobek namun tidak mengeluarkan darah.

Banyak mitos beredar bahwa hubungan seksual pertama kali akan sangat menyakitkan karena robeknya selaput dara. Ada yang menyebutnya selaksa disayat pisau. Benarkah hal tersebut? Hubungan seksual pertama kali seiring robeknya selaput dara kadang memang menyakitkan. Tapi hal tersebut tidak akan berlangsung lama. Banyak juga perempuan yang tidak mengalami rasa sakit saat selaput daranya robek. Menurut banyak ahli, sakit pada saat hubungan seksual pertama kali diiringi robeknya selaput dara lebih banyak disebabkan faktor ketakutan akan rasa sakit, bukan karena rasa sakit itu sendiri. Perempuan sudah takut duluan dengan rasa sakit yang mungkin akan dialami. Akibatnya ia akan merasa sangat sakit meskipun sakitnya sebenarnya sedikit saja.

Apakah hormon seksual itu?

Hormon seksual adalah hormon yang mempengaruhi perilaku seksual manusia. Hormon seksual laki-laki adalah androgen yang dihasilkan kelenjar prostat. Sedangkan hormon seksual perempuan adalah estrogen dan progesteron yang dihasilkan kelenjar di ovarium. Baik laki-laki maupun perempuan menghasilkan androgen, estrogen maupun progesteron. Hanya konsentrasinya saja yang berbeda.

Androgen bertanggung jawab terhadap perkembangan seksualitas pada laki-laki. Hormon inilah yang membuat seorang anak laki-laki berubah menjadi remaja melalui adanya masa puber. Salah satu jenis androgen adalah testosteron. Hormon yang satu ini diketahui berperan dalam meningkatkan dorongan seksual pada laki-laki. Jumlah yang berlebih bisa menimbulkan perilaku agresif.

Estrogen dan progesteron bertanggung jawab terhadap seksualitas perempuan. Keduanya mengatur pubertas pada anak perempuan. Siklus menstruasi dimulai karena tingginya konsentrasi hormon estrogen. Ketika produksi hormon estrogen menurun, maka menstruasi akan berhenti dan menjadikan seorang perempuan mengalami menopause.

Bagaimana konsepsi itu?

Bagaimana proses penciptaan manusia itu terjadi? Mula-mula harus ada sel telur yang matang tiba di tuba fallopi, lalu ada sperma masuk menembus dinding sel telur. Perpaduan dua sel itu menyebabkan timbulnya makhluk baru yang disebut zigot. Calon manusia atau zigot itu membelah diri terus menerus dan berangsur-angsur membentuk bayi di dalam rahim ibu.

Kita ketahui bahwa manusia memiliki 23 pasang kromosom atau pembawa sifat dalam dirinya. Sel telur maupun sperma hanya memiliki separuh kromosom atau 23 kromosom tanpa pasangan. Ketika keduanya bersatu menjadi zigot, masing-masing kromosom akan bersatu lagi sehingga membentuk 23 pasang kromosom. Artinya, separuh kromosom anak dari ayah dan separuh lagi dari ibu.

Kromosom pembawa sifat seksual adalah kromosom nomor 23. Pada perempuan, kromosomnya adalah XX. Sel telurnya berkromosom X (separuh dari XX). Laki-laki memiliki kromosom XY, maka spermanya bisa hanya memiliki kromosom X atau hanya kromosom Y (ingat, hanya separuh kromosom yang ada dalam sperma). Jika sel telur bertemu sperma dengan kromosom X, maka menjadi zigot berkromosom XX dan lahirlah anak perempuan. Jika sel telur bertemu sperma dengan kromosom Y, maka menjadi zigot berkromosom XY dan lahirlah anak laki-laki. Jadi, sumbangan kromosom dari ayah yang menentukan jenis kelamin anak.

Seksualitas pada anak-anak

Anak-anak telah mampu merasakan erotisme ketika bagian tubuh tertentu disentuh. Tidak jarang mereka sengaja memainkan bagian-bagian tubuh itu karena memang menimbulkan perasaan menyenangkan baginya. Mungkin Anda pernah melihat anak laki-laki yang suka memain-mainkan penisnya. Hal tersebut dilakukan sang anak karena adanya sensasi erotik yang dirasakan.

Bagaimana seorang anak mengidentifikasi diri sebagai laki-laki atau sebagai perempuan? Proses pembelajaran diketahui sangat berperan. Biasanya seorang anak yang berkelamin laki-laki akan diperlakukan berbeda dengan yang berkelamin perempuan. Anak laki-laki diberi mainan laki-laki, diberi pakaian laki-laki, diajari berpikir dan bertindak seperti halnya laki-laki. Begitu pun perempuan di beri mainan yang identik dengan perempuan, diberi pakaian perempuan, dan diajari berpikir dan bertindak layaknya perempuan. Dengan kata lain mereka belajar menjadi laki-laki dan belajar menjadi perempuan.

Teori terbaru dan paling mutakhir mengenai perkembangan seksualitas atau orientasi seksual adalah teori yang dikemukakan oleh Daryl J. Bem, dari Universitas Cornell, Amerika Serikat, yang disebut teori EBE (Exotic Become Erotic). Menurut teori EBE, individu menjadi tertarik secara erotik pada seseorang yang berasal dari kelompok yang mereka rasa berbeda (oleh karena itu eksotik) pada saat anak-anak.

Berikut adalah ringkasan teori EBE yang diringkas dari tulisan Daryl J Bem dalam jurnal Archives of Sexual Behavior, Volume 29, Nomor 6, tahun 2000, yang berjudul ‘Exotic becomes erotic: interpreting the biological correlates of sexual orientation’ Kerangka berpikirnya disajikan secara urut.

Pertama. Faktor genetik atau biologis memberikan kapasitas seseorang memiliki orientasi seksual tertentu, namun tidak mutlak. Temperamen (watak dasar) pada saat anak-anak ikut menentukan orientasi seksual.

Kedua. Temperamen pada saat anak-anak menentukan tingkat kesenangannya dalam menikmati aktivitas tertentu. Ada aktivitas yang lebih disukai ketimbang yang lain. Seorang anak mungkin lebih tertarik dengan permainan kasar dan olahraga (sifat tipikal laki-laki). Sebagian yang lain lebih suka bersosialisasi (sifat tipikal perempuan). Mereka akan lebih suka bergabung dengan anak lain yang menyukai aktivitas yang sama. Anak-anak yang lebih menyukai aktivitas yang sesuai sifat tipikal jenis kelaminnya dan bermain bersama dengan anak yang sama jenis kelaminnya menunjukkan konformitas dengan gendernya. Sebaliknya anak-anak yang lebih menyukai aktivitas yang berbeda dengan sifat tipikal jenis kelaminnya serta bermain dengan lawan jenis menunjukkan tidak adanya konformitas dengan gendernya (non-konformis).

Ketiga. Anak-anak yang menunjukkan konformitas dengan gendernya akan merasa berbeda dengan lawan jenisnya (dengan yang berkelamin beda). Sedangkan anak-anak yang menunjukkan tidak adanya konformitas gender akan merasa berbeda dengan sesama jenisnya (dengan yang berkelamin sama). Mereka melihat yang berbeda dengan dirinya sebagai eksotik.

Keempat. Baik anak-anak yang konformis atau non-konformis dengan gendernya, akan mengalami keterbangkitan fisiologis tertentu pada saat kehadiran anak-anak lain yang mereka rasakan berbeda. Anak laki-laki yang konformis dengan gendernya akan merasa antipati atau tidak senang dengan kehadiran anak perempuan. Sebaliknya, anak perempuan yang konformis dengan gendernya akan merasakan waswas dengan kehadiran anak laki-laki. Anak laki-laki yang non-konformis dengan gendernya juga akan merasakan was-was saat kehadiran anak-anak laki-laki lainnya. Bahkan sang anak non-konformis bisa mengalami ejekan dari anak laki-laki lain sehingga merasa takut dan marah pada kehadiran anak laki-laki, meskipun ia sendiri laki-laki.

Kelima. Keterbangkitan fisiologis yang muncul seiring kehadiran anak lain yang berbeda dengan dirinya akan membentuk atau bertransformasi menjadi ketertarikan erotik. Gampangnya, teori EBE bisa disimpulkan sebagai berikut :
Anak laki-laki yang konformis dengan gendernya merasa berbeda dengan anak perempuan, lalu memiliki perasaan tidak senang dengan kehadiran anak perempuan, maka akhirnya akan tertarik secara erotik pada perempuan. Selanjutnya anak laki-laki tadi akan menjadi heteroseksual.
Anak perempuan yang konformis dengan gendernya merasa berbeda dengan anak laki-laki, lalu memiliki perasaan waswas dengan kehadiran anak laki-laki, maka akhirnya akan tertarik secara erotik pada laki-laki. Selanjutnya anak laki-laki tadi akan menjadi heteroseksual.
Anak laki-laki yang non-konformis dengan gendernya merasa berbeda dengan anak laki-laki lainnya, lalu memiliki perasaan tidak senang dengan kehadiran sesama anak laki-laki, maka akhirnya akan tertarik secara erotik pada sesama laki-laki. Selanjutnya anak laki-laki tadi akan menjadi homoseksual.
Anak perempuan yang non-konformis dengan gendernya merasa berbeda dengan anak perempuan, lalu memiliki perasaan tidak senang dengan kehadiran anak perempuan, maka akhirnya akan tertarik secara erotik pada perempuan. Selanjutnya anak perempuan tadi akan menjadi homoseksual.

Seksualitas pada remaja

Seseorang disebut telah remaja setelah tiba masa puber, yakni masa di mana organ-organ seksual pada remaja telah matang dan siap untuk melakukan fungsi reproduksi. Perempuan sudah siap untuk dibuahi, hamil dan melahirkan. Sedangkan laki-laki sudah siap membuahi. Tanda-tanda khas masing-masing jenis kelamin mulai berkembang. Perempuan akan mengalami pembesaran payudara, munculnya rambut kemaluan, dan pelebaran panggul. Laki-laki akan mengalami pertumbuhan rambut kemaluan dan kumis, suaranya berubah, timbul jakun, dan adanya pelebaran bahu. Biasanya, tanda paling khas yang muncul untuk menandai pubertas adalah dimulainya menstruasi pada anak perempuan, dan dimulainya mimpi basah pada anak laki-laki.

Umumnya masa pubertas terjadi pada kisaran umur 12-16 tahun pada laki-laki dan 11-15 tahun pada perempuan. Namun, tidak serta-merta saat itu juga mereka siap untuk reproduksi. Butuh beberapa tahun lagi agar mereka benar-benar siap melakukan proses reproduksi.

Rentang umur seorang remaja adalah antara dimulainya pubertas (biasanya diambil angka 12 tahun) sampai kira-kira umur 21 tahun. Jadi kira-kira anak sekolah SMP sampai mahasiswa awal. Mereka sedang menggebu dalam urusan hasrat seksual karena baru saja beranjak dari kanak-kanak ke kemasakan seksual. Para remaja lazimnya tertarik dengan lawan jenis dan mulai menjalin hubungan serius berupa pacaran. Tidak jarang bahkan ada yang menikah pada umur belasan.

Kapan Anda pertama kali pacaran? Hasil penelitian PKBI (Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia) menunjukkan bahwa sekitar 60,32% remaja mulai berpacaran pada kisaran umur 15 sampai 17 tahun. Sebanyak kira-kira 16,7% mulai berpacaran pada kisaran usia 12-14 tahun. Sejumlah 14,63% mulai pacaran pada umur 18 sampai 20 tahun. Hanya sejumlah 1,41% yang berpacaran pada usia 21 sampai 23 tahun. Jadi, umumnya remaja Indonesia mulai berpacaran pada usia sangat muda. Bahkan penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa sebesar 6,94% remaja telah mulai berpacaran sebelum usia 12 tahun.

Perilaku pacaran remaja sangat bervariasi. Ada yang hanya mengobrol, mencium daerah sensitif, meraba-raba tubuh, menggesekkan alat kelamin sampai melakukan hubungan seksual. Dilaporkan ada sebanyak 14,7% remaja melakukan hubungan seksual dalam berpacaran. Oleh sebab itu tidak heran jika banyak yang beranggapan bukan pacaran namanya kalau tidak ada hubungan seksual.

Secara umum hubungan seksual telah dilakukan para remaja. Di Amerika Serikat, 87% pelajar SMU melaporkan telah melakukan hubungan seksual. Di Thailand, 37% remaja umur 15-19 tahun telah berhubungan seks. Di Korea, sebanyak 36% pelajar SMU telah melakukannya juga. Bagaimana dengan di Indonesia? Hasil penelitian PKBI pada tahun 2001 di lima kota (Kupang, Palembang, Singkawang, Cirebon, dan Tasikmalaya) menunjukkan bahwa sebanyak 16,46% dari remaja berumur 15 sampai 24 tahun mengaku telah berhubungan seks.

Umumnya remaja melakukan hubungan seksual pertama kali dengan pacar (74,89%). Sisanya melakukan hubungan seksual dengan pelacur, teman dan bahkan ada yang mengaku melakukannya dengan saudara. Jadi, tampak jelas bahwa pacaran adalah pintu masuk pertama bagi remaja untuk melakukan hubungan seksual. Tidak mengherankan jika alasan melakukan hubungan seks umumnya dilandasi suka sama suka atau cinta.

Apakah Anda pernah bermasturbasi saat remaja? Masturbasi merupakan bentuk dari pemuasan hasrat seksual. Remaja biasa melakukan hal tersebut. Penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 48,22% remaja melakukan masturbasi. Sebagian besar, yakni 46,62% melakukan masturbasi antara 1 sampai 2 kali sebulan. Sejumlah 10,98% melakukannya sebanyak 1 sampai 2 kali seminggu, atau kira-kira 4 sampai 8 kali sebulan. Bahkan sebanyak kira-kira 1,35% melakukan masturbasi setiap hari.

Seksualitas dan penuaan

Berhentilah berharap kemampuan seksual Anda pada saat tua akan tetap sama seperti saat muda. Umumnya laki-laki mengalami puncak kemampuan seksual (untuk ereksi dan orgasme) pada umur belasan akhir sampai kira-kira umur 30-an. Setelah itu, secara bertahap dan terus menerus kemampuan seksualnya akan menurun. Menjelang umur 40-an, penurunannya kadang dramatis. Mendekati umur 50-an, biasanya kemampuan seksualnya menjadi separuh dari saat umur 20-an. Jika Anda berhubungan seks dan orgasme sebanyak 4 kali seminggu pada umur 20-an, maka pada umur 50-an Anda hanya akan mampu melakukannya 2 kali seminggu.

Setelah Anda melewati umur 50-an, lebih banyak waktu yang diperlukan untuk bisa ereksi dan orgasme. Ejakulasinya pun menjadi kurang bertenaga. Meskipun demikian, perasaan nikmatnya tetap tidak menurun. Pada umur 70-an aktivitas seksual biasanya berkurang drastis. Namun demikian, meskipun juga jumlah spermanya menurun, mereka masih tetap bisa menikmati kenikmatan orgasme dan membuahi.

Kaum perempuan memiliki seksualitas yang sedikit berbeda dengan laki-laki. Pada umur 40an atau 50an, perempuan mengalami menopause atau berhentinya siklus menstruasi. Pada beberapa orang, itu adalah tanda berakhirnya hubungan seksual. Tidak ada hubungan seksual lagi sesudahnya. Namun bagi sebagian besar yang lain justru merupakan awal bagi kehidupan seksual yang lebih hangat karena tidak lagi dikhawatirkan dengan munculnya kehamilan.

Banyak orang mengira bahwa menopause akan menyebabkan ketertarikan dan kenikmatan seksual jauh berkurang atau bahkan tidak ada. Faktanya adalah sebaliknya. Menopause diketahui tidak mempengaruhi kenikmatan seksual dan juga ketertarikan seksual. Setelah menopause, seorang perempuan tetap tertarik pada seks dan tetap bisa menikmati seks. Namun tentu saja akan terjadi penurunan kemampuan seksual seiring penuaan tubuh. Dinding vagina menjadi lebih tipis dan kurang elastis. Sebagaimana laki-laki, pada umur 50-an, diperlukan waktu lebih lama untuk bisa orgasme.

Penelitian menunjukkan bahwa meskipun seks pada usia di atas 50-an tidak sesering saat muda dan juga kurang intensif, namun hubungan seks justru bisa lebih lembut, lebih memuaskan dan lebih bebas. Oleh sebab itu, jangan berhenti melakukan hubungan seksual hanya karena merasa sudah tua.

Apakah masa subur itu?

Anda pasti pernah mendengar istilah masa subur. Istilah tersebut digunakan untuk masa di mana perempuan mengalami ovulasi (kematangan sel telur) dan siap untuk dibuahi. Sedangkan laki-laki selalu mengalami subur. Jika pada masa subur melakukan hubungan seksual, maka kemungkinan hamil sangatlah besar. Oleh sebab itu, jika tidak ingin terjadi kehamilan maka harus menghindari hubungan seksual saat masa subur. Kalaupun ingin melakukannya, lakukanlah dengan menggunakan alat kontrasepsi.

Masa subur terjadi dalam sebuah siklus menstruasi. Oleh sebab itu, mau tidak mau harus membahas siklus menstruasi ketika membahas masa subur. Hari pertama menstruasi adalah hari pertama siklus menstruasi. Jika Anda menstruasi pada tanggal 1, maka tanggal 1 itu dihitung sebagai hari pertama siklus menstruasi Anda. Ada orang yang memiliki siklus menstruasi pendek (hanya 21 hari) dan ada yang panjang (sampai 35 hari). Namun rata-rata orang memiliki siklus menstruasi 28 hari.

Bagaimana caranya menentukan masa subur? Ada beberapa cara menentukan masa subur. Di sini hanya akan diberikan satu cara saja, yakni cara kalender. Jika menstruasi Anda tidak teratur, maka Anda harus menghitung masa siklus terpendek dan siklus terpanjang pada minimal 6 bulan terakhir sebelum bisa menentukan masa subur dengan tepat.

Perhitungan kalender didasari pengetahuan bahwa ovulasi (kematangan sel telur) terjadi antara 12 sampai 16 hari sebelum menstruasi berikutnya. Sperma mampu bertahan antara 2 sampai 5 hari di dalam vagina, dan sel telur bisa hidup selama 2 hari. Maka perhitungannya adalah :

siklus terpendek dikurangi 20 hari = hari terakhir masa tidak subur sebelum ovulasi
siklus terpanjang dikurangi 10 hari = hari terakhir masa subur

Misalnya siklus menstruasi Anda selama 6 bulan terakhir adalah 26, 28, 31, 27, 29, dan 27. Siklus terpanjang adalah 31 dan siklus terpendek adalah 26. Maka, masa terakhir tidak subur sebelum ovulasi adalah hari ke 6 (26 dikurangi 20), dan hari terakhir masa subur adalah hari ke 21 (31 dikurangi 10). Jadi, masa suburnya berkisar antara hari ke 6 sampai hari ke 21. Jika tidak ingin hamil, jangan melakukan hubungan seksual pada saat tersebut.

Metode kalender tidak selalu bisa diandalkan. Lagi pula, menghindari hubungan seksual sampai 14 hari sebenarnya tidak perlu karena sel telur hanya bertahan 2 hari saja di dalam uterus dan sperma di dalam serviks bertahan maksimal 5 hari. Jadi, maksimal hanya seminggu saja menghindari hubungan seksual. Oleh sebab itu diperlukan metode pencatatan lain yang lebih akurat. Anda bisa mencari informasi caranya dari banyak sumber atau bahkan bertanya langsung pada dokter atau petugas kesehatan lainnya.

March 6, 2009 - Posted by | ARTIKEL KESEHATAN, INFO KELUARGA, INFO REMAJA DAN PERCINTAAN, INFO SEXOLOGY | , , , ,

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: